Kolom Sosial Politik

Nasarudin Umar, Menteri Agama Berkinerja Terbaik

362views

Oleh Ridhazia

SURVEI  Indonesia Social Insight (IDSIGHT) menetapkan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjadi menteri berkinerja terbaik dalam Kabinet Prabowo -Gibran.

Profesor studi Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (2002) dan Imam Masjid Istiqlal Jakarta serta Wakil Menteri Agama (2011-2014) memperoleh skor tertinggi berdasarkan hasil survey kepuasan publik sebagai Menteri Agama (2024-2029).

Mantan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag dan Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (2022-2027) menurut penilaian publik juga dianggap sebagai sosok yang paling tepat untuk penugasan sebagai pejabat publik pada kementerian agama.

Akademisi bukan Politisi

Nasarudin Umar terkenal sebagai sosok akademisi yang mumpuni, ketimbang politisi.

Pria Bone Sulsel itu terdidik di pesantren. Juga menempuh pendidikan tinggi agama hingga pendidikan umum di luar negeri.

Dalam riwayat hidupnya, alumni UIN Alauddin Makassar dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini jiga menyelesaikan studi di Universitas McGilll, Kanada, Universitas Paris-Sorbonne dan Universitas Leiden, Belanda.

Selain pernah menjadi sarjana tamu di Sophia University, Tokyo (2001), sarjana tamu di SOAS University of London (2001-2002), dan sarjana tamu di Georgetown University, Washington DC (2003-2004).

Hidup Bersahaja

Nasarudin dilukiskan teman sejawatnya sebagai sosok yang bersahaja. Sikap dan perbuatannya mencerminkan kesederhanaan, kejujuran, dan ketulusan. Demikian pula dalam berkomunikasi. Ia tetap hangat dengan siapapun.

Hal itu sudah tersirat ketika ia dipanggil Prabowo pada 14 Oktober 2024 untuk penugasan menteri.

Ketika menjawab pertanyaan pers, Nasarudin Umar yang saat itu masih Imam Masjid Istiqlal, dengan rendah hati tapi diplomatis mengatakan :”Insyaallah, tidak akan jauh-jauh dari aktivitas saya sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal,” ungkapnya.

Tokoh Lintas Agama

Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (2022-2027) juga tokoh lintas agama dunia. Ia Penasehat Inggris-Indonesia yang didirikan oleh mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair.

Pengalamannya berkomunikasi dengan komunitas yang berbeda keyakinan dan agama di seluruh dunia, perspektifnya tentang relasi antar agama dan keyakinan berbeda lebih netral dan cair.

Sebagaimana ditunjukan Nasarudin Umar sebagai Imam Besar ketika menerima kehadiran Paus Fransiskus di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Kedua tokoh ini menandatangani dokumen kemanusiaan yang dinamakan “Deklarasi Bersama Istiqlal 2024” pada 5 September 2024 di Jakarta.

Deklarasi tersebut menekankan pentingnya kerukunan antar umat beragama dan persatuan untuk kemanusiaan.*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response