Oleh Kin Sanubary
Majalah Ria Remaja edisi Januari 1974 dengan harga eceran Rp 120,- tampil dengan ukuran kecil seperti Majalah Intisari. Dengan menampilkan sampul muka seorang foto model, penyanyi dan bintang film cantik, Widyawati.
Widyawati dikenal sebagai aktris film penyanyi dan bintang iklan merupakan putri bintang film era tahun 60-an yaitu Aryati. Komponis legendaris Ismil Marzuki mengabadaikan Aryati dalam salah satu lagu ciptaannya.
Sejak remaja, hamil tua hingga melahirkan Wdidyawati ikut bermain film bersama suaminya yang juga bintang film yaitu Sophan Sophiaan, putra dari Manai Sophiaan, seorang diplomat dan Duta Besar RI untuk Rusia.
Widyawati dan Sophan Sophiaan melangsungkan pernikahan pada 9 Juli 1972 di Masjid Agung Al-Azhar Jakarta dengan saksi nikah ulama besar Indonesia Buya Hamka. Keduanya berjanji sehidup semati untuk tak berpisah hingga maut memisahkan mereka. Selalu bersama-sama bermain di film yang sama atau ketika Sophan Sophiaan menjadi sutradara.
Film “Pengantin Remaja” yang dibintangi oleh Widyawati dan Sophan Sophiaan terpilih sebagai Film Terbaik di Festival Film Asia (FFA) tahun 1971 yang berlangsung di Taiwan. Kisah film Pengantin Remaja disutradarai oleh Wim Umboh yang diilhami oleh kisah klasik Romeo & Juliet. Bercerita tentang Romi (Sophan Sophiaan) dan Juli (Widyawati) yang saling jatuh cinta tetapi jalinan kasih mereka tidak direstui oleh kedua orang tuanya. Romi anak orang kaya putra seorang duta besar sedangkan Juli putri dari keluarga petani.
Pengantin Remaja menjadi simbol kisah-kisah cinta yang dialami muda-mudi kita ketika itu. Dan melalui film inilah awal dari garis hidup mereka berdua. Akhirnya menjadi pasangan suami istri yang cukup ideal, Sophan Sophiaan ganteng dan istrinya Widyawati cantik .
Majalah Ria Remaja mengulas film, musik dan kehidupan artis.Majalah Ria Remaja juga menyajikan profil Aida Mustafa, biduanita kondang pada masanya. Selain menyanyi kakak kandung aktris Ita Mustafa ini juga dikenal sebagai seorang peragawati dan foto model. Aida Mustafa ketika berusia 22 tahun,tepatnya pada 9 Januari 1974 melangsungkan pernikahan dengan seorang pemuda bernama Dade. Acara resepsi pernikahannya banyak dihadiri handai taulan dan para sahabatnya. Terutama artis-artis anggota Papiko seperti Titik Puspa, Emilia Contessa, Ida Royani, Tety Kadi, Benyamin Sueb dan Kwartet Jaya.
Ditulis juga bahwa Lilis Suryani penyanyi solo yang sedang mencapai popularitas mendirikan sebuah band wanita dengan nama The Female’s yang beranggotakan Datje, Rosita dan Lilis Suryani sendiri.
Dari dunia film, artis senior Tuti Suprapto dan Farida Aryani yang era tahun 1960-an termasuk bintang film yang sudah berumur tetapi masih tetap cantik dan sedap dipandang mata. Meskipun semakin menua, mereka masih laku membintangi berbagai film dan masih eksis di dunia perfilman tanah air.
Soekarno M Noor, aktor berdarah Minang kelahiran Jakarta,13 September 1931 sukses memerankan film-film Anakku Sayang, Di Balik Cahaya Gemerlapan dan Kemelut Hidup berhasil menerima berbagai penghargaan sebagai aktor terbaik termasuk Piala Citra.
Di dunia perfilman nasional Bambang Irawan diberitakan tertarik dengan seorang aktris pendatang baru yang bernama Dana Christina yang ikut bermain dalam film “Pencopet”. Bambang selaku produser di perusahaan Agora. Film mengontrak pendatang Indo berbakat ini selama setahun untuk film-film yang diproduksinya.
Berita lainnya yaitu perancang mode Fauzan Ramon yang mendesain pakaian pria dan wanita ternama di ibukota Jakarta bergabung dengan Teddy Mozard mendirikan sebuah butik pakaian La Fouz’s Boutique.
Penyanyi bersuara mendayu, Deddy Damhudi mendapatkan “sun selamat” dari biduanita senior Ivo Nilakresna setelah menjadi menjuarai Festival Pop Song se-Indonesia. Deddy Damhudi membawakan lagu berjudul “Gubahanku” karya Gatot Sunyoto. Lagu tersebut mencapai Top Hit di Indonesia dan identik dengan namanya.
Band The Pro’s merupakan grup band kondang terdiri atas orang-orang hebat di bidang musik, yakni Dimas Wahab, Broery Marantika, Enteng Tanamal, Fuad Hasan dan Pomo. The Pro’s sedang melawat ke New York, Amerika Serikat. Show mereka sukses dan membawa nama baik Indonesia.
The Mercy’s band yang dibentuk di Medan tahun 1965, diperkenalkan sebagai grup beraliran pop rock, blues dan hard rock mampu menjadi band papan atas setelah menetap di Jakarta.
Personil The Mercy’s terdiri atas Erwin Harahap (gitar, vokal) Rinto Harahap (bass, vokal) Charles Hutagalung (kibor, vokal), Reynold Panggabean (drum, vokal) dan Albert Sumlang (saksofon, vokal). Majalah Ria Remaja edisi Januari 1974 juga memuat lagu-lagu yang sedang top di tanah air dan di mancanegara.
• Pop Indonesia :
~ Lagu Merdu (A Riyanto & Band 4 Nada)
~ Setahun Berpisah (A Riyanto & Band 4 Nada)
~ Bukan Salahku (Tetty Kadi & The Favourite’s)
~ Andai Anganku Sampai (Tetty Kadi & The Favourite’s)
~ Lagu Sedih (Ernie Djohan & Band 4 Nada)
~ Bukan Karena Jemu (Ernie Djohan & Band 4 Nada)
• Pop Barat
~ Goin’ Home (The Osmond’s)
~ I Don’t Know How to Love Him (Capitol).
Rubrik tetap yang tampil di Majalah Ria Remaja yaitu : Cerpen, Puisi, Ramalan Bintang, Ria Remaja Youth Club’ (Sahabat Pena), Teka Teki Silang . *
* Kin Sanubary, kolektor, pendiri dan pengelola Rumah Media Lawas, penerima Penghargaan PWI Jawa Barat 2023 kategori pelestari media massa nasional, bermukim di Tanjungwangi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.





