KOLOM MEDIA LAWAS

Death Wish: Film yang Memicu Kontroversi dan Melambungkan Nama Charles Bronson

342views

Oleh: Kin Samubary

SundaNews (15/11/2025). Di tengah maraknya film bertema kriminal pada awal 1970-an, Death Wish (1974) hadir sebagai salah satu judul paling provokatif, sebuah kisah balas dendam yang bukan hanya mengangkat isu vigilantisme, tetapi juga memperkokoh posisi Charles Bronson sebagai ikon film laga dunia.

Death Wish adalah film laga vigilante Amerika Serikat yang dirilis pada 1974 dan disutradarai Michael Winner. Diadaptasi secara bebas dari novel karya Brian Garfield (1972), film ini menjadi pembuka dari seri Death Wish yang kemudian melahirkan beberapa sekuel.

Charles Bronson memerankan Paul Kersey, seorang arsitek yang hidupnya berubah setelah istrinya dibunuh dan putrinya diperkosa dalam perampokan di rumah mereka. Trauma itu mendorongnya menjadi pemburu penjahat di jalanan New York. Penggambaran aksi main hakim sendiri ini memicu kritik keras, karena dianggap menormalkan vigilantisme, bertolak belakang dengan novel aslinya yang justru mengkritik fenomena tersebut.

Vigilantisme adalah tindakan penegakan hukum yang dilakukan oleh individuau kelompok sipil di luar jalur hukum resmi, seperti main hakim sendiri. Tindakan ini bisa berupa pencegahan, investigasi, atau penghukuman terhadap pelaku kejahatan yang dituduh melanggar norma atau hukum tanpa proses hukum yang sah.

Meski menuai kontroversi, Death Wish sukses besar di box office dan mendapat tempat di hati sebagian masyarakat Amerika yang saat itu tengah diliputi ketakutan akan meningkatnya kriminalitas pada era 1970-an.

Kredit Produksi Singkat
Sutradara: Michael Winner
Skenario: Wendell Mayes
Produser: Dino De Laurentiis
Pemeran: Charles Bronson, Hope Lange, Vincent Gardenia
Musik: Herbie Hancock
Rilis: 24 Juli 1974
Durasi: 94 menit

Charles Bronson: Ikon Film Laga 1970-an

Charles Bronson (1921–2003) adalah aktor laga asal Amerika Serikat yang dikenal berkat peran-peran keras dan minim dialog. Popularitasnya memuncak pada awal 1970-an, menjadikannya salah satu bintang berbayaran tertinggi dengan honor mencapai satu juta dolar per film.

Ia dikenal lewat peran Harmonica dalam Once Upon a Time in the West dan sebagai Paul Kersey dalam seri Death Wish. Sepanjang karier, ia meraih beberapa penghargaan, termasuk Golden Boot Award (1996) dan bintang di Hollywood Walk of Fame (1980). Bronson wafat pada 2003 akibat pneumonia.

Hingga kini, Death Wish tetap dikenang sebagai film yang memantik perdebatan panjang tentang keadilan dan kekerasan, sekaligus menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Charles Bronson yang namanya abadi dalam sejarah perfilman aksi Amerika.*

* Kin Samubary,  pegiat media sosial, kolektor, pendiri dan pengelola Rumah Media Lawas, penerima Penghargaan PWI Jawa Barat  2023 kategori pelestari media massa nsional., bermukim di Tanjungwangi Kabupaten Subangf, Jawa Barat.

Leave a Response