
KAB. BANDUNG BARAT, Bamdungpos. Id
Kegiatan pelepasan warga belajar PKBM Husnul Khotimah berlangsung di GOR Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (19/7/2026). Momen bersejarah ini juga disertai oleh rombongan mahasiswa peserta pengabdian masyarakat, yang kehadirannya menjadi angin segar sekaligus harapan baru bagi kemajuan pendidikan nonformal di wilayah tersebut.
Ketua Yayasan Layung Gading Tutuka, Encep Hasanudin, S.Pd.I., secara khusus menyampaikan Perayaan hangat dan ucapan selamat datang kepada para mahasiswa peserta Program Gagas Mahasiswa. Atas nama keluarga besar PKBM, dengan menyampaikan rasa gembira sekaligus kebanggaan mendalam, karena lembaga ini dipercaya menjadi mitra dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian yang penuh makna tersebut.
Pemimpin yayasan itu sangat mengapresiasi semangat yang ditunjukkan para mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan. Keberagaman disiplin ilmu yang dibawa justru menjadi kekuatan besar, guna saling melengkapi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas maupun warga belajar yang bernaung di bawah lembaga ini.
Selama kurang lebih 50 hari ke depan, saya berharap para mahasiswa dapat menyatu dan berbaur secara harmonis bersama warga belajar, tenaga pendidik, serta masyarakat sekitar. Manfaatkan kesempatan berharga ini untuk saling bertukar pengalaman, berbagi wawasan, serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku perguruan tinggi demi kemaslahatan bersama.
Lembaga menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung setiap langkah dan kegiatan yang direncanakan, selaras dengan kebutuhan masyarakat dan tujuan program yang telah ditetapkan. Komunikasi serta koordinasi yang baik antar semua pihak diharapkan akan selalu terjalin, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan tertib dan penuh manfaat.
Mewakili segenap mahasiswa peserta KKN-PPM dari Jurusan Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada (UGM), Haznah Syawalani menyampaikan rasa hormat dan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya. Kehadiran kami di sini bukan sekedar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi sarana mendalam untuk menyaksikan, berinteraksi, serta berkolaborasi secara langsung dengan belajar semangat masyarakat.
Selama mengikuti rangkaian kegiatan, kami memperoleh pelajaran yang jauh melampaui apa yang tertulis dalam buku teks. Kami menyaksikan secara nyata bahwa semangat menuntut ilmu tidak dibatasi oleh usia maupun latar belakang kehidupan. Setiap individu berhak mengenyam pendidikan, dan keberadaan PKBM membuktikan bahwa kesempatan itu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin berkembang.
Menyadari peran strategi PKBM, para mahasiswa menyampaikan harapan yang mendalam agar pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pendidikan nonformal. Dukungan berupa pengembangan sarana infrastruktur, peningkatan kualitas pembelajaran, serta perluasan akses sangatlah diharapkan. Semoga kepedulian pemerintah semakin diperkuat, sehingga PKBM dapat terus tumbuh, berkembang, dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. (Tanya/,Id)***





