Bandung Raya

Unisba Bantu Arsitek Desa Citaman Kembangkan Desain Menjadi Jasa Profesional

22views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Islam Bandung (Unisba) mendampingi Komunitas Arsitek Desa Al Munawar di Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Minggu (19/7/2026). Pendampingan diarahkan untuk meningkatkan kualitas desain sekaligus mengubah keterampilan peserta menjadi jasa profesional yang bernilai ekonomi.

Kegiatan tersebut menjadi tahap ketiga Program PKM Unisba yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026. Program dilaksanakan melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dalam ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan.

Program bertema “Pemberdayaan Komunitas Arsitek Desa melalui Rancang Taman Bermain Anak Usia Dini Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung” itu bertujuan memperkuat kemampuan masyarakat dalam merencanakan kawasan. Selain itu, peserta didorong untuk mengembangkan kewirausahaan jasa desain berbasis teknologi.

Pada tahap sebelumnya, tim PKM Unisba telah menyerahkan sejumlah perangkat pendukung desain digital kepada mitra. Bantuan tersebut meliputi D5 Pro Renderer, SketchUp, Solid State Drive (SSD), dan flashdisk.

Pemanfaatan teknologi tersebut mulai memberikan hasil. Anggota komunitas telah mampu menyusun rancangan site plan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat desa.

Pada tahap ketiga, pendampingan difokuskan pada peninjauan dan penyempurnaan site plan yang telah disusun peserta. Tim PKM Unisba memberikan evaluasi terhadap aspek teknis desain, efektivitas penggunaan ruang, dan kematangan konsep agar rancangan semakin berkualitas serta siap diimplementasikan.

Pendampingan tidak hanya menyentuh kemampuan teknis. Ketua Tim PKM Unisba, Intan Nurrachmi, S.H.I., M.E.Sy., juga membekali peserta dengan materi mengenai transformasi produk dan jasa menjadi sumber nilai ekonomi.

Peserta diberikan pemahaman bahwa keterampilan merancang site plan tidak hanya menghasilkan gambar desain. Keahlian tersebut berpeluang dikembangkan menjadi jasa profesional yang memiliki nilai jual dan dapat membuka sumber pendapatan baru.

Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari proses penciptaan nilai tambah, penyusunan model bisnis sederhana, dan strategi menentukan harga jasa. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya membangun kepercayaan pelanggan sebagai fondasi usaha berbasis kompetensi desain.

Kepala Desa Citaman, Yayan Heryana, membuka kegiatan tersebut secara resmi. Ia menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program pendampingan yang dilaksanakan Unisba bagi masyarakat desanya.

Menurut Yayan, program PKM tersebut memberikan manfaat konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Citaman. Komunitas Arsitek Desa diharapkan mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi sekaligus mendukung perencanaan dan pembangunan desa.

Kegiatan pendampingan juga dihadiri anggota tim PKM Unisba, yakni Weishaguna, S.T., M.M. dan Dr. Erhamwilda, Dra., M.Pd. Mahasiswa Unisba, Saeful Hidayat dan Asti Fitriyanti, turut terlibat dalam pelaksanaan program.

Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan program pemberdayaan.

Melalui kegiatan tersebut, Unisba tidak hanya memperkenalkan teknologi desain kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat kemampuan kewirausahaan komunitas. Hasil desain yang sebelumnya hanya berupa karya teknis diarahkan agar berkembang menjadi layanan profesional yang berdaya saing.

Komunitas Arsitek Desa Al Munawar diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif perdesaan. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui jasa perencanaan dan desain yang inovatif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan masyarakat Kabupaten Bandung. (ask)***

Leave a Response