Kampusiana

Mahasiswa KKN Undip Dampingi Siswa SDN 2 Tejorejo Lawan Bullying, Dari Diam Menjadi Berani Bicara

15views

TEJOREJO, BandungPos.id — Perundungan atau bullying masih menjadi salah satu persoalan yang kerap luput dari perhatian, terutama di lingkungan Sekolah Dasar. Berangkat dari keprihatinan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2025/2026 menggelar program edukasi anti-bullying bagi siswa kelas 5 dan 6 SD Negeri 2 Tejorejo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi seputar bullying, mulai dari pengertian, bentuk-bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, contoh kasus, hingga dampak yang dapat ditimbulkannya baik secara fisik maupun psikologis. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa.

Sentuh emosional siswa lewat film drama pendek bullying

Untuk memperdalam pemahaman, mahasiswa KKN juga mengajak siswa menonton bersama sebuah film pendek bertema bullying. Tayangan tersebut cukup menyentuh emosi para siswa. Beberapa di antaranya, terutama siswa perempuan, tampak terbawa suasana hingga meneteskan air mata saat menyaksikan adegan-adegan dalam film.

Suasana haru itu berlanjut pada sesi sharing, di mana siswa diberi kesempatan untuk menceritakan pengalaman atau perasaan mereka terkait bullying. Namun, tidak ada satupun siswa yang berani angkat bicara di hadapan teman-temannya. Menyadari hal ini, mahasiswa KKN kemudian mengambil pendekatan yang lebih personal dengan mendampingi siswa secara satu per satu, memberi ruang yang lebih nyaman dan aman bagi mereka untuk bercerita tanpa harus merasa diperhatikan oleh banyak orang.

Ungkap kisah pilu seorang siswa

Melalui media tersebut, salah satu ungkapan yang tertulis mengungkap kisah pilu seorang siswa, “Ayah saya sudah meninggal, ibu saya bekerja, saya tinggal bersama nenek saya. Namun saya dijauhi oleh teman-teman, tidak tahu karena apa.”

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa di balik keceriaan anak-anak, tidak sedikit dari mereka yang menyimpan luka dan pergulatan emosional yang tidak terlihat oleh orang di sekitarnya. Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap dapat membuka ruang bagi siswa untuk lebih berani bersuara, sekaligus menumbuhkan empati antarsiswa agar tercipta lingkungan sekolah yang lebih hangat, aman, dan saling merangkul satu sama lain.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui perhatian terhadap kesehatan mental dan emosional siswa, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menghadirkan edukasi yang inklusif dan aman bagi seluruh siswa, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) lewat penguatan sikap saling menghargai tanpa memandang latar belakang, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pihak sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan.

Penulis: Syifa Aqilah Prahadian_15000123140367_Psikologi
Editor: Althaf Gauhar Auliawan

Leave a Response