Kampusiana

GCC Indonesia Gelar Pelatihan Perdamaian dan Keberlanjutan

157views

BANDUNG, BandungPos.id — Lebih dari 160 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menggelar National Hybrid Training on Peacebuilding & Sustainability yang digelar Global Citizenship Education Cooperation Centre (GCC) Indonesia bersama Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Rabu (5/8/2026).

Direktur GCC Indonesia, Prof. Dr. Dasim Budimansyah, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.

“Pembelajaran di perguruan tinggi perlu melampaui penyampaian teori. Dosen perlu mendorong mahasiswa agar mampu mengubah pengetahuan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Pelatihan ini menghadirkan dua tema utama, yakni Peacebuilding dan Sustainability. Pada sesi Peacebuilding, peserta diajak memahami bahwa perdamaian bukan sekadar tidak adanya konflik, melainkan terciptanya lingkungan yang aman, adil, inklusif, dan menghargai martabat setiap orang.

Materi juga membahas berbagai bentuk kekerasan yang dapat muncul di lingkungan kampus, mulai dari diskriminasi, perundungan digital, pengucilan terhadap kelompok minoritas, hingga terbatasnya ruang partisipasi mahasiswa.

Menghambat terciptsnya budaya sehat

Menurut penyelenggara, isu-isu tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat menghambat terciptanya budaya akademik yang sehat.

Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, dan Create) sebagai pendekatan yang mendorong mahasiswa berpikir kritis, berdialog, sekaligus menghasilkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Angkat isu pembangunan berkelanjutan.

Wakil Direktur GCC Indonesia, Prof. Ace Suryadi, menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang mampu merespons berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, krisis pangan, pencemaran lingkungan, hingga ketimpangan sosial.

Menurutnya, pembangunan berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan pelestarian lingkungan, tetapi juga mencakup aspek sosial, ekonomi, dan tata kelola yang baik. Karena itu, pendidikan tinggi perlu mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam proses pembelajaran maupun pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Pelatihan ini juga memperkenalkan sejumlah pendekatan pembelajaran, seperti problem-based learning, project-based learning, case-based learning, service learning, dan community engagement. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Penyelenggara juga menekankan pentingnya mengembangkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi pendidikan keberlanjutan di Indonesia. Nilai gotong royong, keadilan sosial, kemanusiaan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan dinilai selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menjadi agenda global. (ujn)

Leave a Response