Kolom Sosial Politik

Kabinet ZAKEN PRABOWO

534views

 

Oleh Ridhazia

Tercatat sudah 49 akademisi dan politisi partai politik yang memenuhi panggilan presiden terpilih Prabowo.

Jumlah yang relatif banyak untuk pembantu presiden yang dijanjikan oleh Sang Presiden mengisi jabatan menteri pada Kabinet Zaken.

Kabinet zaken — istilah “zaken” berasal dari bahasa Belanda yang berarti urusan atau masalah — adalah kabinet para ahli.

Disebut kabinet ahli karena para menteri sebagai pembantu presiden bukan representasi partai politik. Bukan pula karena afiliasi politik

Keahlian seorang menteri ahli identik dengan kualifikasi seorang akademisi. Yakni terpenuhinya seluruh jenjang pendidikan formal pada perguruan tinggi.

Dikatagorikan menteri ahli karena posisinya sekaligus menjadi pakar, expert, spesialis, dan profesional di bidang yang ditekuninya dan dikonstruksi dari pengalaman yang mendalam.

Cendikia bukan Ilmuwan

Para ahli dalam kapasitas sebagai menteri lazim memiliki bobot kecendikiaan yang unggul. Yakni sosok yang tidak hanya mendedikasikan waktunya untuk ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk nilai-nilai (devotee of knowledge and values).

Ia melebihi ilmuwan, yang bergelar akademisi semisal profesor yakni seorang ahli untuk suatu bidang tertentu yang mendedikasikan waktunya hanya untuk ilmu pengetahuan saja (devotee of knowledge) di perguruan tinggi atau lembaga riset. *

 * Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung.

Leave a Response