Oleh Ridhazia
Mantan Gubernur Jawa Barat Raden Nana Nuriana yang populer dengan nama HR Nuriana wafat pada Kamis 11 Juli 2024 pukul 04.55 WIB di Bandung.
Jenderal kelahiran Majalengka 1938 selama dua periode antara 1993-1998 dan1998-2003 memimpin Jawa Barat setelah Gubernur Yogi S Memet dan digantikan Dani Setiawan.
Sebelum menjadi Gubernur Jabar dan politisi sipil Partai Golkar almarhum dipercaya menjadi Pangdam III/Siliwangi dari tahun 1991 sampai 1993.
Nyunda
Sebagai jurnalis, saya mengenal almarhum sebagai militer yang sangat nyunda. Jauh dari kesan tentara berpangkat tinggi yang lazim dididik secara militer. Malah di antara semua gubernur yang berkantor di Gedung Sate ia termasuk sosok yang irit bicara.
Gagasannya pun sederhana sehingga jauh dari hiruk pikuk politik. Padahal selama menjadi gubernur, ia harus mengamankan rencana pembangunan Ibukota baru di Jonggol, Bogor.
Juga tuntutan penduduk Banten agar ibukota Jawa Barat juga dipindahkan dari Kota Bandung hingga terbentuknya Propinsi Banten.
Selamat jalan Pak Nuriana… *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.





