Kolom Sosial Politik

Indonesia Cemas Krisis Adab

594views

 

Oleh Budi Setiawan

BEBERAPA waktu lalu, publik dikejutkan sebuah video yang viral di media sosial. Sekelompok anak SMP dengan entengnya mempermainkan penderitaan anak-anak Palestina yang menjadi korban kekerasan dan pemboman Israel. Mereka membuat seolah-olah sedang memakan “daging dan tulang serta darah” anak-anak Palestina, sambil tertawa dan bercanda. Sungguh aksi yang tak hanya membuat miris, tapi juga memuakkan.

Apa yang terjadi dengan aksi anak-anak SMP tersebut adalah cerminan dari masalah yang lebih mendalam: hilangnya nilai-nilai etika, empati, dan penghargaan terhadap kemanusiaan. Ketika anak-anak dengan mudahnya mempermainkan penderitaan orang lain, itu adalah indikasi bahwa ada yang salah dalam cara kita mendidik dan membimbing generasi muda.

Pendidikan karakter yang seharusnya menjadi fondasi penting dalam sistem pendidikan kita tampaknya belum berhasil menanamkan nilai-nilai moral yang kuat. Ini adalah tanda bahwa kita sedang mengalami krisis adab yang serius. Sebagai bangsa yang dikenal dengan keramahannya dan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur, perilaku seperti ini sangat memprihatinkan dan tidak boleh ditolerir.

Krisis adab yang kita hadapi tidak hanya terbatas pada tindakan anak-anak tersebut. Krisis ini juga terlihat jelas dalam dunia politik kita. Elit politik yang berkuasa kerap memanfaatkan kekuasaan mereka. Perilaku elit politik yang berusaha membangun dinasti politik dengan berbagai cara yang meragukan keabsahan etisnya juga mencerminkan krisis adab dalam skala yang lebih besar.

Ketika hukum dapat diubah atau disesuaikan untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu, kita menghadapi risiko mengikisnya kepercayaan publik terhadap sistem hukum dan politik. Hal ini berpotensi merusak tatanan demokrasi dan keadilan yang kita cita-citakan.

Visi Indonesia Emas 2045, yang diharapkan membawa Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera, bisa jadi hanya akan menjadi impian jika krisis adab ini tidak segera diatasi. Kita mungkin akan memasuki puncak Indonesia Emas dengan kecemasan yang mendalam tentang karakter bangsa kita.

Tanpa adab yang kuat, tanpa nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi, kemajuan materiil yang kita capai tidak akan bermakna. Indonesia yang maju bukan hanya tentang ekonomi yang berkembang pesat, tetapi juga tentang masyarakat yang berbudaya, beretika, dan bermoral.

Sebagai masyarakat yang beradab, kita tidak boleh mentolerir perilaku-perilaku yang merusak nilai-nilai kemanusiaan dan moralitas kita. Setiap individu, dari anak-anak hingga para elit politik, harus memahami pentingnya menjaga adab dalam setiap aspek kehidupan. Pendidikan karakter harus diperkuat, bukan hanya di sekolah tetapi juga di rumah dan dalam komunitas. Orang tua, guru, dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam membimbing generasi muda untuk memahami dan menghormati nilai-nilai etika dan kemanusiaan.

Dalam dunia politik, transparansi dan akuntabilitas harus ditegakkan dengan tegas. Lembaga-lembaga hukum harus benar-benar independen dan bebas dari intervensi politik. Hukum tidak boleh digunakan sebagai alat untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Keputusan hukum yang diambil harus berdasarkan prinsip keadilan dan kepentingan umum, bukan karena tekanan atau pengaruh politik.

Krisis adab yang kita hadapi adalah tantangan besar yang harus kita atasi bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga pendidikan, tetapi juga tanggung jawab kita sebagai masyarakat. Kita harus kembali menanamkan nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi kekuatan bangsa kita. Gotong royong, rasa hormat, dan empati harus kembali menjadi bagian dari identitas kita.

Sebagai bangsa, kita memiliki potensi besar untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Namun, tanpa adab yang kuat, tanpa moralitas yang dijunjung tinggi, semua pencapaian itu bisa kehilangan maknanya. Kita tidak boleh membiarkan krisis adab ini terus berkembang. Kita harus bertindak sekarang, untuk memastikan bahwa ketika kita mencapai puncak Indonesia Emas, kita tidak hanya maju secara ekonomi tetapi juga beradab dalam setiap aspek kehidupan.

Saatnya kita bersama-sama menjaga dan memperkuat adab kita sebagai bangsa. Hanya dengan demikian, kita bisa mewujudkan visi Indonesia Emas yang sejati. Setiap warga negara hidup dengan martabat, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Indonesia yang maju, beradab, dan berbudaya adalah Indonesia yang kita impikan dan yang harus kita perjuangkan bersama. Jika tidak, bukan Indonesia Emas yang kita wujudkan tapi Indonesia cemas yang kita hadirkan.

* Budi Setiawan, pemerhati sosial dan politik, alumnus FISIP Unpad Kota Bandung dan mantan wartawan media ibu kota, bermukim di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Leave a Response