Oleh Ridhazia
Indonesia ternyata bukan negara paling religius di Bumi. Demikian juga Saudi Arabia dan Vatikan.
Berdasarkan riset Global Business Policy Institute — yang melakukan survei mengukur tingkat religiositas di 148 negara — ketiga negara itu tak satu pun masuk kriteria.
Yang dimaksud negara relijius jika mayoritas penduduk percaya pada Tuhan. Melakukan kegiatan ibadah sebagai ekspresi merawat keimanan. Dan, agama memengaruhi penduduk menjalani hidup.
Pendek kata bagaimana agama mempengaruhi sistem budaya, sosial, dan politik di seluruh dunia.
Lima Negara
Melansir dari World Atlas, majalah CEOWORLD yang melakukan wawancara terhadap 370 ribu penduduk dunia, lima negara yang teratas dalam hal religiusitas yaitu Somalia (skor 99,8), Nigeria (99,7), Ethopia (99,3), Yaman (99,1) dan Malawi (99,0).
Makhluk Teologis
Sejumlah penelitian membuktikan bahwa agama menjadi media transendental yang dibutuhkan oleh manusia sebagai makhluk teologis.
Tapi dalam hal religiusitas dan kemiskinan, keduanya memiliki hubungan yang kompleks. Agama dapat memengaruhi respons terhadap kemiskinan sebagai kutukan, hukuman, atau tanda kurangnya iman.
Tapi agama pun dapat memandang kemiskinan sebagai sesuatu yang diinginkan sebagai bukti kesalehan dan mendorong kedermawanan yang lebih besar.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





