METRO BANDUNG, bandungpos.id – Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi unggulan di Jawa Barat dan Banten dengan mengukuhkan lima guru besar baru. Prosesi pengukuhan ini berlangsung pada Kamis (26/02) di Aula Unisba dan dipimpin langsung oleh Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H.
Kelima guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Septiawan Santana Kurnia, S.Sos., M.Si. (Bidang Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi), Prof. Dr. Pupung Purnamasari, S.E., M.Si., Ak., CA. (Bidang Ilmu Auditing, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Akuntansi), Prof. Dr. Dedeh Fardiah, Dra., M.Si. (Bidang Ilmu Media dan Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi), Prof. Dr. Ima Amaliah, S.E, M.Si. (Bidang Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen), serta Prof. Dr. Neneng Nurhasanah, Dra., M.Hum. (Bidang Ilmu Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah).
Dalam sambutannya, Rektor Unisba menegaskan bahwa institusi ini didirikan bukan hanya untuk membangun perguruan tinggi, tetapi juga untuk mencetak kader-kader muda Islam, teknorat, ilmuwan, dan seniman yang memiliki semangat keislaman yang kuat, sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Ia juga menekankan bahwa akademisi di Unisba harus tetap teguh dalam mengembangkan ilmu pengetahuan agar bermanfaat bagi masyarakat.
Rektor menegaskan bahwa gelar Guru Besar bukan sekadar jabatan akademik, melainkan amanah besar yang menuntut kontribusi aktif dalam pengembangan ilmu. Seorang Guru Besar tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga harus menjadi intelektual publik yang aktif menulis di jurnal ilmiah maupun media massa, serta berperan dalam pengabdian masyarakat.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa seorang akademisi harus tetap membumi dan tidak menjauh dari realitas sosial. Guru Besar diharapkan dapat membimbing dosen-dosen muda agar tumbuh dan berkembang serta terus memberikan kontribusi dalam kemajuan keilmuan. Selain itu, mereka harus memiliki keberanian untuk menyuarakan gagasan serta mempertahankan kebenaran ilmiah dalam setiap kesempatan.
Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya peran Guru Besar dalam menjaga eksistensi Unisba di dunia akademik. Menurutnya, pencapaian ini bukan hanya prestasi individu, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi secara keseluruhan. Ia menambahkan bahwa jabatan Guru Besar adalah awal dari tanggung jawab besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan harus menjadi motivasi bagi para akademisi lainnya.
Pada kesempatan ini, kelima Guru Besar menyampaikan orasi ilmiah mereka masing-masing. Prof. Septiawan membahas peran jurnalisme dalam melihat content creator dalam kegiatan jurnalistik, Prof. Pupung mengangkat topik inovasi audit dalam mencegah korupsi, Prof. Dedeh membahas literasi digital bagi Generasi Z, Prof. Ima menyoroti dampak ekonomi terhadap lingkungan di Asia Tenggara, dan Prof. Neneng menelaah konsep tauhid ekonomi dalam era Revolusi Industri 5.0.
Dengan pengukuhan ini, Unisba semakin kokoh sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen dalam melahirkan akademisi unggul dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan serta masyarakat luas.(ask/bnn)





