Bandung Raya

Unisba Lepas 5 Dosen Berhaji, Rektor Tekankan Niat Lurus dan Doa untuk Kampus

12views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Universitas Islam Bandung (Unisba) melepas lima pegawainya yang akan menunaikan ibadah haji dalam sebuah acara resmi di Ruang Rapat Rektor, Senin (20/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sumber Daya Umum, dan Keuangan (PASDUK), Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama (Alkerma), serta para dekan dan wakil dekan dari fakultas masing-masing dosen.

Adapun lima dosen yang berangkat ke Tanah Suci yakni Dr. Yuli Susanti, dr., M.M. dari Fakultas Kedokteran; Hendi Suhendi, S.Sos.I., M.M. dari Fakultas Dakwah; Dr. APT. Hilda Aprilia, S.SI., M.SI. dari Program Studi Pendidikan Apoteker Fakultas MIPA; Noor Fauzi Isniarno, S.SI., M.T. dari Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik; serta Riswandha Risang Aji, S.T., M.URP. dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik.

Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diperoleh para jemaah. Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan jasmani, tetapi juga perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan lahir dan batin.

Menurutnya, para jemaah merupakan tamu Allah (Dhuyufurrahman), sehingga penting untuk meluruskan niat, membersihkan hati, serta memusatkan perhatian sepenuhnya pada ibadah.

Ia juga mengingatkan agar para jemaah memanfaatkan waktu di Tanah Suci dengan memperbanyak ibadah dan doa. Doa tersebut diharapkan tidak hanya untuk kepentingan pribadi dan keluarga, tetapi juga bagi kemajuan Unisba.

“Kami menitipkan doa untuk Universitas Islam Bandung agar terus berkembang dan mendapat keberkahan,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Rektor mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kemudahan, kesehatan, serta keselamatan selama menjalankan ibadah haji, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, menegaskan bahwa kesempatan berhaji merupakan anugerah besar dari Allah SWT yang wajib disyukuri. Ia mengungkapkan bahwa panggilan berhaji kerap datang melalui cara yang tak terduga, sebagai bukti bahwa ibadah tersebut merupakan undangan langsung dari Allah.

Ia menambahkan bahwa ibadah haji tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan finansial, tetapi lebih pada kehendak Ilahi. Oleh karena itu, keikhlasan niat dan kepasrahan menjadi hal utama.

Selain itu, ia juga menyoroti bahwa haji memiliki dimensi pembinaan karakter. Para jemaah diharapkan mampu menunjukkan perubahan positif setelah kembali dari Tanah Suci, baik dalam sikap maupun perilaku sehari-hari.(ask)***

Leave a Response