
BANDUNG, BandungPos.id — Dibukanya Sekolah Maung (Manusia Unggulan) oleh Pemerinah Provinsi Jawa Barat, mulai banyak diminati lulusan SMP di Jawa Barat. Beberapa persyaratan untuk bisa lolos ke Sekola Maung, satu diantaranya adalah memenuhi tes kecerdasan. Persyaratan tes kecerdasan ini membuat orang tua kebingungan mencari psikolog yang praktek di Jawa Barat.
Tingginya permintaan layanan pemeriksaan psikologi dalam waktu bersamaan memunculkan kecemasan di kalangan orang tua. Tak sedikit yang mengeluh kesulitan mendapatkan jadwal pemeriksaan.
Situasi ini bahkan mendorong sejumlah pihak untuk menggalang petisi, mempertanyakan keterbatasan jumlah psikolog yang dianggap tidak sebanding dengan besarnya kebutuhan masyarakat.
Tak perlu cemas psikolog tersebar di wilayah Jabar
Merespons keresahan tersebut, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Jawa Barat tampil menenangkan situasi. Pengurus HIMPSI Jabar menegaskan bahwa layanan pemeriksaan psikologis untuk kebutuhan SPMB 2026 telah siap dan tersedia di berbagai daerah di Jawa Barat.
“Kami mengimbau orang tua untuk tidak panik. Psikolog di Jawa Barat tersebar di banyak wilayah dan siap melayani kebutuhan pemeriksaan psikologis untuk SPMB tahun ini,” ujar Irfan Fahmi HIMPSI Jawa Barat.
Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi psikolog terdekat di daerah masing-masing. Namun, HIMPSI Jabar mengingatkan pentingnya memastikan psikolog yang dipilih terdaftar aktif dengan memiliki SIAP (Surat Izin Aktif Psikolog) serta SIPP/SILP (Surat Izin Praktik/Layanan Psikologi), guna menjamin validitas dan kredibilitas hasil pemeriksaan.
Untuk memudahkan pencarian, orang tua dapat mengakses laman resmi HIMPSI di himpsi.or.id/cari-psikolog atau situs HIMPSI Jawa Barat di himpsijawabarat.org. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui:
📱 WhatsApp: 081394881485 / 08984246046
📧 Email: jabar@himpsi.or.id
📲 Instagram/Facebook: @himpsijabar / himpsijabar
HIMPSI Jabar berharap ketersediaan informasi ini dapat meredam kekhawatiran masyarakat sekaligus memastikan proses seleksi berjalan lancar. Orang tua diharapkan segera mengambil langkah tanpa menunda, mengingat animo yang sangat tinggi diperkirakan tetap akan membuat jadwal pemeriksaan cukup padat dalam waktu dekat.***





