Daerah

Dosen FK Unisba Berdayakan Dokter Alumni untuk Basmi Skabies di Pesantren Ciamis

198views

CIAMIS, bandungpos.id — Sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Bandung (Unisba) menjalankan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui skema Hibah Internal dari Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran (UPPM-FK) periode 2024–2025.

Program ini digawangi oleh dr. Winni Maharani Mauliani, M.Kes. selaku ketua tim, bersama anggota Ratna Dewi I. A., dr. Alvira Widiyanti, M.Kes., serta lima mahasiswa FK Unisba. Kegiatan berlangsung sejak Juni hingga Oktober 2025 dengan fokus pada peningkatan kesehatan santri di pesantren.

Inisiatif ini berangkat dari hasil survei tahun 2022–2023 yang menemukan bahwa sekitar 50–60 persen santri laki-laki di Pesantren Sabilunnajat, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, masih menderita skabies (budug), dan sekitar 5 persen di antaranya mengalami infeksi sekunder. Berdasarkan temuan tersebut, tim kemudian menggagas program bertajuk “Pemberdayaan Dokter Alumni dalam Pendampingan PHBS dan Produksi Sabun Herbal sebagai Upaya Eliminasi Skabies di Pesantren Sabilunnajat Kabupaten Ciamis.”

Kegiatan resmi dimulai pada 8 Juni 2025 melalui pertemuan antara tim pengabdi dan Persatuan Dokter Alumni Wilayah Priangan Timur, yang diketuai oleh dr. Maryam Hazrina, alumni FK Unisba angkatan 2010, dengan total 37 anggota. Pertemuan itu menghasilkan beberapa agenda penting, antara lain pemeriksaan santri untuk deteksi skabies, pendampingan kurikulum edukasi kebersihan diri (self hygiene), dan pelatihan pembuatan sabun herbal alami, yang dilaksanakan pada 5 September 2025.

Selama periode Juni–Juli 2025, tim berhasil menjaring 79 santri laki-laki melalui tiga kategori pemeriksaan: merah (skabies dengan infeksi sekunder), kuning (skabies tanpa infeksi sekunder), dan hijau (santri sehat). Hasilnya menggembirakan — hanya 32 persen santri yang masih mengalami skabies dan 3 persen dengan infeksi sekunder, menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Ketua tim, dr. Winni Maharani Mauliani, M.Kes., menegaskan pentingnya sinergi antara dosen dan dokter alumni dalam meningkatkan derajat kesehatan para santri.

“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut, agar istilah santri budug berganti menjadi santri sehat dan mandiri — yang mampu menjaga kebersihan diri sekaligus memproduksi sabun herbal secara mandiri,” ujarnya.

Program PKM ini menjadi bukti nyata komitmen FK Unisba dalam mengedukasi dan memberdayakan masyarakat pesantren melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pelatihan kewirausahaan berbasis bahan alam. Para santri tak hanya memahami pentingnya kebersihan diri, tetapi juga memperoleh keterampilan memproduksi sabun mandi herbal berbahan dasar minyak kelapa sebagai penunjang gaya hidup sehat di pesantren.(sani/bnn)

Leave a Response