Bandung RayaDaerah

Dedi Mulyadi Sidak Tambang Ilegal di Padabenghar Kuningan, Pekerja ‘Abah-Abah’ Ditawari Jadi Penanam Pohon

187views

KUNINGAN, BANDUNGPOS ID . – Aksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tambang batu ilegal di Desa Padabenghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, viral di berbagai platform media sosial pada Kamis (15/1/2026).

Video tersebut menampilkan momen haru sekaligus tegas saat Dedi berdialog langsung dengan para pekerja tambang lokal yang sebagian besar sudah lanjut usia.

Dalam potongan video yang viral tersebut, tampak Dedi Mulyadi duduk bersila bersama para pekerja di tengah lokasi tambang. Ia sempat bertanya kepada salah satu pekerja senior, “Ini Abah sehari dapat berapa di sini?”. Pertanyaan tersebut membuka dialog mengenai sulitnya ekonomi warga Desa Padabenghar yang akhirnya terpaksa merusak alam demi sesuap nasi.

Melihat kondisi tersebut, Dedi tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga solusi konkret yang menarik simpati netizen. Ia meminta para pekerja untuk berhenti merusak batu di kaki Gunung Ciremai dan menawarkan mereka pekerjaan baru sebagai tenaga penghijauan.

“Bapak-bapak, daripada merusak batu dan merusak sumber air desa sendiri, lebih baik bapak-bapak saya tugaskan menanam pohon di sini. Saya carikan anggarannya, bapak tetap punya penghasilan tapi alam Desa Padabenghar selamat,” ujar Dedi yang disambut anggukan setuju para pekerja.

Meski bersikap humanis kepada warga lokal, Dedi tetap menunjukkan “taringnya” kepada para oknum pemodal. Ia menegaskan, aktivitas di Kecamatan Pasawahan ini telah melanggar UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Rakyat kecil saya beri solusi kerja, tapi pengusaha yang punya alat berat dan menikmati hasilnya tanpa izin, ini hukuman pidana. Siapa pun bekingnya, kalau merusak lingkungan di kaki Ciremai, akan saya angkut!” tegasnya dengan nada bicara yang lugas.

Lokasi penambangan di Desa Padabenghar dinilai sangat berbahaya karena merupakan kawasan serapan air utama bagi Kabupaten Kuningan. Jika dibiarkan, kerusakan ini akan memicu kekeringan permanen dan ancaman longsor yang membahayakan warga Kecamatan Pasawahan di hilir.

Langkah sidak yang viral ini kini tengah ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum dan Dinas ESDM Jabar untuk melakukan penutupan permanen serta pemasangan garis polisi di lokasi kejadian. ( Iding/BNN )

Leave a Response