
Oleh: Ridhazia
DIBERITAKAN, bom rakitan meledak di masjid SMAN 72 Jakarta. Diduga bom dibuat dan diledakkan oleh siswa yang kerap mendapat perundungan (bully) oleh teman sekolahnya.
Momok Menakutkan
Dalam sebuah studi yang ditulis pada Psychology Today menunjukan fakta kalau perundungan sudah menjadi momok menakutkan para orangtua dan pendidik.
Sebab dampak kekerasan psikologis berupa intimidasi verbal hingga pelecehan dan pengucilan sosial itu berpotensi bertahan seumur hidup korban.
Bentuknya bisa berupa gangguan kecemasan (anxiety disorder) hingga depresi berat. Korban tidak memiliki perilaku prososial dan tidak memahami perasaan orang lain.
Gangguan kognitif akibat perundungan yang tak kalah berat ketika korban mengalami semacam paranoia yaitu selalu salah memahami maksud orang lain dan seringkali menganggap permusuhan dalam situasi netral.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





