Oleh: Ridhazia
Peristiwa politik nasional yang dicatatkan dalam sejarah selalu berpangkal dari gagasan elit politik.
Hari Kebangkitan Nasional saja dipilih bertepatan dengan lahirnya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908.
Dan, sejak tahun 1948 berdirinya organisasi itulah Hari Kebangkitan Nasional ditetapkan usulan Ki Hadjar Dewantara (1889-1959).
Hari Kebangkitan Nasional diasumsikan menjadi tonggak awal gerakan nasional Indonesia.
Budi Utomo
Organisasi Boedi Oetomo adalah gerakan kebudayaan dan pendidikan yang digagas dua dokter, yaitu Dokter Wahidin Sudirohusodo dan Dokter Soetomo.
Keduanya terdidik di sekolah kedokteran pribumi STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) di Batavia.
Dan, dari kampus yang megah inilah kedua tokoh legendaris merumuskan permulaan perjalanan intelektual dan politiknya.
Priyayi Jawa itu sependapat tentang pentingnya pendidikan bagi pribumi bisa mendapatkan pendidikan ala Barat. Hal itu dimaksudkan untuk kesetaraan posisi dan peran pribumi selama era kekuasaan Hindia Belanda.
Priyayi dan Bangsawan
Wahidin Sudirohusodo (1852-1917) seorang dokter dari Sekolah Kedokteran STOVIA yang lahir dan diasuh keluarga priyayi Yogjakarta.
Bersekolah dasar saja di ELS (Europeesche Lagere School) yaitu Sekolah Dasar Eropa selama era kolonial Belanda.
Soetomo lahir dengan nama asli Soebroto (1888 -1938). Keturunan bangsawan dari Jawa Timur. Ayahnya, R Suwaji wedana sekaligus ajun jaksa di Madiun.
Sebelum kuliah di sekolah dokter STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) ia dididik di sekolah Belanda untuk anak-anak pribumi terpilih yakni ELS (Europeesche Lagere School). *
* Ridhazia, dosensenior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





