Oleh Ridhazia
Ia jurnalis seangkatan ketika kali pertama menjadi jurnalis di Bandung. Lalu berubah nasib yang juga sama ketika bergabung penerbit Kelompok Kompas.
Jika dia berlanjut hingga pensiun sebagai jurnalis. Saya memilih menjadi akademisi saja untuk studi jurnalisme. Perbedaan pilihan profesi tidak merenggangkan hubungan pribadi.
Malah lebih intens lagi ketika berbagi tulisan dan foto di media sosial. Saya baru tahu dari unggahannya kalau dia penyuka sepeda. Penjelajah.
Foto-foto yang dibagikan menunjukan kalau bersepeda menjadi pilihan hidupnya. Seluruh pelosok Bumi Pasundan sudah dirambah. Bukan halangan lagi jarak yang harus ditempuh. Apalagi kecuraman jalan yang dilampaui. Juga tidak terhalang waktu. Entah siang atau malam, hujan atau panas diterabas.
Humble
Pria jangkung, berambut gondrong yang menjadi tampilan khasnya. Memudahkan siapa mengenal dia. Ia representasi dua dunia sekaligus sebagai jurnalis dan seniman.
Tak berlebihan kalau dia menjadi pribadi humble. Disukai karena kerendahatiannya. Padahal dia “pemberontak” yang sangat skeptis pada ketidakadilan. Bahkan realitas yang tak masuk akal sehat.
Dalam biodata, kematianya di Sumedang, Jawa Barat hanya selisih tiga hari dengan kelahirannya 5 Juli yang juga di Sumedang
Suami dari Esbhita Harlina itu ayah bagi tiga anak. Sulung, Arga Sinantra Rahmat, Laras Sukmaningtyas dan Andika Megaswara
Ia merintis karir sebagai jurnalis sejak 1979 di Harian Bandung Pos. Melanglang ke sebrang menjadi redaktur Sriwijaya Post, Palembang, Banjarmasin Post dan Pos Kupang ( 95/96 ).
Ia sempat kembali ke Bandung di koran yang berafiliasi Kompas yakni Tribun Jabar yang bermetamorfosis dari Metro Bandung. Juga pernah bergeser ke Yogyakarta di Harian Bernas.
Itulah Yusran Pare yang dikabarkan wafat di Sumedang hari ini, Selasa (2/7/24). Ia jatuh ketika bersepeda. Rupanya, ia akan terus mengayuh sepeda hingga ke Surga Allah SWT.
Innalilalahiwainnailaihirojiun. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Kota Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.




