Berlabuh di Kota Literasi RBAN Agam Sumbar yang Mempesona
Berlabuh di Kota Literasi RBAN Agam Sumbar yang Mempesona
KOTA AGAM, BANDUNGPOS—Ny. Sry Eka Handayani, pendiri RBAN, menyambut hangat kehadiran 17 guru rombongan guru dan siswa. Sebanyak 17 guru dari SDN 02 dan SDN 04 Banja Loweh berkunjung ke Rumah Baca Anak Nagari (RBAN) untuk mempelajari praktik baik literasi yang telah berhasil diterapkan di sana dan mengajak mereka berkeliling ke setiap sudut RBAN. Kekaguman juga terpancar dari wajah para pendidik ketika melihat ruangan-ruangan penuh dengan koleksi buku beragam.
Rumah Baca Anak Nagari (RBAN) menjadi tempat inspiratif bagi dua sekolah dasar dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, yang tengah menggali gerakan literasi.
“Kami sangat terkesan melihat setiap ruangan di RBAN dipenuhi buku; jarang sekali ada perpustakaan sekolah yang seperti ini,” ujar Risni, Kepala Sekolah SDN 04 Banja Loweh, dalam sambutannya.
Senada dengan Risni, Yofa Yulinda, Kepala Sekolah SDN 02 Banja Loweh, menyampaikan apresiasinya terhadap gerakan literasi di RBAN. “Kami berharap, inspirasi dari RBAN ini dapat kami terapkan di sekolah untuk menumbuhkan semangat literasi di SDN 02 Banja Loweh,” ucap Yofa dalam sambutannya.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh Hasan Acahari Harahap, Ketua RBAN sekaligus Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sumatera Barat, yang turut memberikan apresiasi atas antusiasme para guru dalam mendukung literasi.
“RBAN sudah sering menerima kunjungan studi banding dari berbagai sekolah, mulai tingkat TK hingga perguruan tinggi. Kami bangga bisa berbagi pengalaman dan inspirasi ,” tutur Hasan.
Ia juga mendorong para guru untuk mendirikan TBM di lingkungan masing-masing. “Saya mengajak para pendidik untuk mendirikan TBM, karena banyak anggota TBM yang juga berprofesi sebagai guru, yang memang selaras dengan tugas mendidik,” imbuhnya.
Acara ini diakhiri dengan pemaparan singkat dari Sry Eka Handayani terkait langkah-langkah literasi yang sukses diterapkan di RBAN. Para guru diharapkan mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan gerakan literasi di sekolah mereka, memperkuat budaya membaca yang lebih luas di Kabupaten Lima Puluh Kota. **(RM/BNN)





