Kolom Sosial Politik

Banjir Bandang Sejak Era Belanda

252views

 

Oleh: Ridhazia

INDONESIA  peringkat kedua negara dengan kerusakan hutan terbesar di dunia. Hilangnya tutupan hutan tercatat sebesar 175,4 ribu hektare dari total luas hutan di Indonesia seluas 95,5 juta hektare.

Fakta ini bukan terjadi dalam waktu singkat. Tapi telah menjadi catatan sejarah yang sangat panjang sejak abad ke-18 ketika Indonesia belum seperti sekarang.

Dengan kata lain kerusakan ekologis telah dilakukan negara kolonialis secara masif untuk memenuhi permintaan kayu di pasar Eropa. Entah sebagai bahan bangunan, bantalan kereta api hingga pembuatan kapal.

Ditambah lagi ketika Belanda menerapkan kebijakan sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) meembuka lahan hutan untuk perkebunan komoditas ekspor seperti kopi, tebu, tembakau, dan teh selama sekitar tahun 1830-1870 sebagai keharusan politik.

Banjir Sumatera

Bencana alam di pulau Sumatera dalam catatan bukan pertama kali terjadi. Tapi perulangan sejarah yang sering dilupakan.

Banjir bandang di Padang pernah terjadi tahun 1907 dan banjir serupa di Aceh menjadi terburuk sepanjang zaman pada tahun 1844.

Bahkan di Jambi pernah mengalami banjir terbesar sepanjang sejarah sejak tahun 1931 dan terulang lagi pada 1955, 1967, 1991, 2003, 2006, 2007, 2010, 2013, 2014, dan 2015.*

*Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response