Kolom Sosial Politik

Tiyo “Oposisi” MBG

84views

 

Oleh: Ridhazia

TIYO  Ardianto, Presiden Mahasiswa BEM- UGM  Yogjakarta yang viral karena melontarkan kritik ekstrem kepada pemerintahan Prabowo masih eksis dan tangguh hingga sekarang.

Padahal perlawanan kepada tokoh mahasiswa yang sedang kuliah pada jurusan filsafat itu tak kalah sama kerasnya. Bukan sebatas pernyataan, juga disertai intimidasi dan ancaman. Bahkan “diinteli” aparat negara meski istana membantahnya.

Oposisi Prabowo

Kecerdasan Tiyo untuk sekelas mahasiswa sudah nyaris setara dengan pengamat politik Rocky Gerung. Kebetulan keduanya mempelajari filsafat.

Ada adagium bahwa pembelajar filsafat itu lebih kritis. Bahkan aneh karena terbiasa dengan berpikir di luar kebiasaan (think outside the box).

Ia tidak ragu untuk mempertanyakan segala sesuatu dengan kebiasaan berpikir yang radikal, rasional, dan sistematis. Hak itu meneladani para tokoh filsuf sebelumnya yang mendekati kehidupan dengan pandangan dunia yang berbeda.

Pemikirannya juga tidak terikat pada “tradisi” yang sudah berurat akar dari kebiasaan mengikuti arus utama atau doktrin yang sudah ada. Malah sebaliknya ia meragukan kebiasaan itu dan mencari kebenaran sampai ke akar persoalan.

Demikian juga Tiyo. Ia memilih mengabaikan hal-hal sepele dan fokus pada pertanyaan eksistensial yang jarang dipikirkan orang lain yang tampak tidak membumi.

Baginya, realitas yang terlihat di permukaan, patut dipersoalkan dengan logika, bukan subjektivitas atau khayalan.

Itu pula yang memberi jalan presiden BEM-UGM berkarakter kritis dan menampalan perbedaan dari rerata aktivis kampus lain.

Ia membawa BEM-UGM memilih jalan berbeda dengan BEM dari kampus lain agar bisa mendapatkan ruang kebebasan dan jalan skeptis. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response