Musik & BudayaMusik dan Budaya

Musisi Balada Indonesia Ferry Curtis dan Arah Literasi Indonesia

Musisi Balada Indonesia Ferry Curtis dan Arah Literasi Indonesia.”

164views

Perpustakaan Nasional RI juga merekam karya lagu literasinya dalam CD album berjudul “Jangan Berhenti Membaca” pada tahun 2019. Ferry dan komunitas musiknya aktif tampil dalam berbagai acara literasi nasional untuk mengapresiasi dan menginspirasi penggiat literasi. Di awal tahun 2026 Perpustakaan Nasional memberikan kepercayaan kepada Ferry Curtis untuk membuat Mars Perpustakaan, dan secara resmi Mars Perpustakaan baru ini, kini dipersembahkan di Perpustakaan di Seluruh Indonesia.

MUSISI  balada Indonesia Ferry Curtis adalah salah satu pejuang literasi di Indonesia yang menggunakan musik sebagai media untuk meningkatkan minat baca dan kesadaran literasi masyarakat.

Ferry Curtis, yang telah malang melintang di dunia musik balada sejak tahun 1989 dan memiliki lebih dari 250 lagu, mulai membuat lagu bertema literasi sejak tahun 2001. Beberapa karyanya yang mengusung tema literasi, seperti lagu “Mari Membaca,” telah akrab dilantumkan dalam dunia pendidikan dan literasi di seluruh Indonesia.

Perpustakaan Nasional RI juga merekam karya lagu literasinya dalam CD album berjudul “Jangan Berhenti Membaca” pada tahun 2019. Ferry dan komunitas musiknya aktif tampil dalam berbagai acara literasi nasional untuk mengapresiasi dan menginspirasi penggiat literasi.Di awal tahun 2026 Perpustakaan Nasional memberikan kepercayaan kepada Ferry Curtis untuk membuat Mars Perpustakaan, dan secara resmi Mars Perpustakaan baru ini, kini dipersembahkan di Perpustakaan di Seluruh Indonesia.

Sementara itu, arah literasi Indonesia saat ini fokus pada peningkatan indeks pembangunan literasi masyarakat, akses terhadap bahan bacaan, dan budaya membaca. Meski terdapat kemajuan seperti meningkatnya Indeks Pembangunan Literasi dari tahun ke tahun, tingkat kegemaran membaca serta budaya membaca masyarakat masih menjadi tantangan utama yang perlu mendapat perhatian serius.

“Banyak upaya yang  saya lakukan untuk memperbaiki kualitas literasi, terutama di kalangan pelajar dan masyarakat luas, agar Indonesia dapat menyamai atau melampaui negara-negara tetangga di Asia Tenggara, ” katanya.

Lebih jauh Ferry mengungkap, bahwa akses terhadap sumber literasi, kualitas pendidikan, dan budaya membaca yang kurang mendukung menjadi faktor penghambat yang perlu diatasi bersama oleh pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Jadi, Ferry Curtis tidak hanya dikenal sebagai musisi balada tetapi juga sebagai duta dan pejuang literasi yang melalui karyanya berupaya menggerakkan semangat literasi di Indonesia, sejalan dengan arah kebijakan dan tantangan literasi nasional yang terus diupayakan perbaikannya.** Rianto Muradi, wartawan Bandung Pos, penggerak Literasi Indonesia.

Leave a Response