Bandung Raya

Ustadz Hasanudin Paparkan “Kurikulum Ramadhan” di Masjid Jami’ Al Falah

110views

BANDUNG BARAT, Bandungpos id.
Suasana Ta’lim Subuh di Masjid Jami’ Al Falah, Kampung Sinarjaya, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (21/2/2026), berlangsung khidmat dan dihadiri sekitar 65 jamaah yang antusias mengikuti setiap paparan materi. Ustadz Hasanudin menyampaikan materi bertema “Kurikulum Ramadhan”, yang menekankan pentingnya persiapan ibadah terstruktur agar umat meraih hasil maksimal dari bulan suci.

Ia menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh ampunan dan pelipatgandaan pahala, dengan puasa yang bukan hanya menahan lapar dan dahaga melainkan sarana pembentukan ketakwaan. Sebagaimana termaktub dalam Surat Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.”

Menurutnya, turunnya ayat-ayat puasa pada bulan Sya’ban tahun ke-2 Hijriah memiliki hikmah agar Rasulullah SAW dapat mempersiapkan umat. Sebagaimana ditegaskan dalam Surat An-Nisa’ ayat 59:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasulullah serta ulil amri di antara kamu.” “Ramadhan harus dijalani dengan kurikulum yang jelas, bukan sekadar rutinitas,” ujarnya di depan para jamaah yang hadir.

Poin pertama kurikulum adalah peningkatan kualitas dan kuantitas shalat, khususnya menjaga shalat sunnah rawatib. Sebagaimana hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim:

مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ وَالْعِشَاءَ مَكَانًا ثَابِتًا كَانَتْ لَهُ حَجَرَةٌ مِنْ جَنَّةٍ

Artinya: “Barangsiapa yang melaksanakan shalat Subuh dan Isya’ di tempat yang tetap, maka baginya sebuah istana di surga.”

Poin kedua adalah meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an melalui target khatam dan majelis tilawah. Sebagaimana Surat Al-‘Imran ayat 7:

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ

Artinya: “Dia-lah Allah yang menurunkan Al-Kitab kepadamu, di dalamnya terdapat ayat-ayat yang jelas maknanya, yaitu dasar utama Al-Kitab itu sendiri.”

Poin ketiga adalah memperbanyak sedekah dengan menyisihkan sebagian harta setiap hari. Sebagaimana Surat Al-Baqarah ayat 261:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ

Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai.”

Menutup tausiyahnya, Ustadz Hasanudin mengajak 65 jamaah yang hadir untuk menjalani Ramadhan dengan kesungguhan dan perencanaan matang. Ia berharap melalui kurikulum yang terarah, umat Islam tidak hanya menjalani puasa secara fisik tetapi juga meraih derajat takwa dan ampunan Allah SWT, sebagaimana keutamaan Ramadhan yang disebutkan dalam hadis riwayat Al-Bukhari. (Ask/Id)***

Leave a Response