Kolom Sosial Politik

Puasa tapi Tambun

222views

 

 Oleh Ridhazia

Ibadah puasa selama Ramadan tidak disangsikan memberikan manfaat kesehatan.

Sudah dibuktikan secara ilmiah, puasa identik pengaturan pola makan yang terbaik. Menjadi proses disebut detoksifikasi tubuh, yakni proses alami mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Tambun

Tapi dalam beberapa kasus, alih-alih terjadi penurunan berat badan, puasa malah menaikan berat badan alias tambun alias gemuk.

Para peneliti dari Emirates Diabetes Society (2023) mengidentifikasi kenaikan berat badan selama bulan puasa potensial terjadi akibat makan dan minum berlebihan. Makan saat sahur dan buka puasa yang melampaui batas kebutuhan tubuh.

Ogah Bergerak

Kenaikan berat badan selama bulan puasa juga terjadi akibat kurang aktivitas fisik karena merasa lemas dan lapar. Padahal, sejatinya berpuasa harus tetap aktif tapi juga jangan kekurangan durasi tidur

Keseimbangan itu bisa membantu membakar kalori dan menjaga metabolisme tetap optimal. Saat durasi tidur berkurang, hormon yang mengatur metabolisme akan meningkatkan nafsu makan. Tubuh terus-menerus akan merasa lapar.

Jangan Tidur Lagi

Itu sebabnya, jika ada saran jangan langsung menyambung tidur yang terpotong karena sahur, ternyata terbukti secara sains memberi dampak meningkatkan berat badan.

Kebiasaan menunda tidur memberikan efek yang negatif untuk tubuh, salah satunya meningkatkan berat badan. Alih-alih menghasilkan energi, malah menimbulkan tumpukan lemak di tubuh.

* Terima kasih dan HBD Dokter Laras.*

 * Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis,pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response