Kolom Sosial Politik

“Peta Hitam” dari CPNS untuk Prabowo

432views

 

Oleh Ridhazia

Pita hitam lambang duka cita, berkabung, atau bersedih sekaligus untuk mengungkapkan rasa duka cita CPNS telah dikirimkan kepada Presiden Prabowo.

Tradisi menggantung pita hitam di pintu berasal dari zaman Victoria itu sebagai pemberitahuan publik kepada Kepala Negara bahwa CPNS di Indonesia tengah berduka cita.

Petisi CPNS

Publik meneken petisi online via change.org menolak penundaan pengangkatan calon pegawai negeri Sipil (CPNS) 2024 untuk Menpan RB dan BKN era Presiden Prabowo.

Padahal berdasarkan surat edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 02/PANPEL.BKN/CPNS/IX/2024, penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) atau pengangkatan CPNS seharusnya dilakukan 22 Februari hingga 23 Maret 2025. Bukan Oktober 2025.

Petisi berjudul “Total Pengangkatan CPNS Serentak 1 Oktober 2025! Segera Sesuai Timeline Awal! itu telah ditandatangani 1.358 pada Jumat, (7/3) pukul 12.40 WIB.

Petisi yang diinisiasi oleh pihak bernama Idris Arjanggi itu menuntut pemerintah jangan mengubah timeline tanpa kepastian.

Perubahan berpotensi mengubah perencanaan hidup yang berimplikasi pada lonjakan pengangguran. Setidaknya lebih lama tanpa kepastian pendapatan terutama yang sudah merencanakan resign dari pekerjaan lama.

Aneh bin Ajaib

Jika Menpan-RB kerap berdalih penundaan atas kesepakatan dengan DPR, para pengunggah petisi menganggap hal itu bertentangan dengan rapat komisi II DPR.

Petisi itu mengatakan dalam rapat dengan Komisi II DPR, disampaikan bahwa pengangkatan CPNS diharapkan dipercepat, bukan ditunda.

Kembalikan..

Atas dasar itu, petisi tersebut mengajukan negara mengembalikan skema pengangkatan CPNS sesuai skema waktu yang telah ditetapkan dan memberikan klarifikasi resmi yang transparan terkait perubahan kebijakan pengangkatan CPNS 2024.*

 * Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response