Kolom Sosial Politik

Menyesal Sukses dan Populer

374views

 

Oleh Ridhazia

Itu pengakuan Jack Ma, pendiri perusahaan e-commerce raksasa dunia Alibaba asal Cina dalam satu sesi World Economic Forum di Davos, Swiss.

Pria berusia 59 tahun juga sangat menyesali mendirikan perusahaan yang super sukses karena menyita waktu untuk keluarga.

Belakangan dikabarkan salah satu anaknya sebagai pewaris kerajaan bisnis meninggal dunia. Satu anak lagi sakit-sakitan. Dan, sang istri dideteksi kanker.

Kembali menjadi Guru

Pria yang pernah muncul di majalah Forbes dan terdaftar sebagai biliuner dunia juga tanpa sungkan menumpahkan keluhannya kepada publik bahwa ingin segera pensiun dan kembali mengajar.

Bagi Ma, uang bukan segalanya. Sebelum menjadi pria terkaya di Tiongkok dengan aset US$ 36,6 miliar, ia seorang guru bahasa Inggris. Dan, hanya ingin mendirikan perusahaan kecil untuk menopang hidup keluarga kecilnya.

Dalam sebuah wawancara tahun lalu, Ma mengatakan bahwa saat-saat terindah dalam hidupnya adalah ketika dia menjadi guru dengan gaji hanya 91 yuan atau sekitar Rp 200.000 per bulan.

“Saya tidak ingin mati di kantor. Saya ingin mati di pantai,” kata Ma dalam sebuah acara bincang-bincang bersama Charlie Rose di Detroit, tahun lalu.

Belajar dari Gagal

Kehidupan Jack Ma tidak mulus. Kesuksesan dibangun melalui kegagalan yang berulang-ulang. Ia pernah gagal di sekolah dasar dua kali dan tiga kali di sekolah menengah.

Ia juga gagal dalam ujian masuk universitas tiga kali. Bahkan ditolak bekerja sebagai polisi di negaranya. Ia juga pernah ditolak bekerja KFC .*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pmerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response