Bandung Raya

Mewujudkan Generasi Emas: Percepatan Realisasi Pesantren Terintegrasi SD-SMP DAAR EL JANNAH

10views

KAB. BANDUNG, Bandungpos.Id – Di bawah visi besar Pendiri, H. Andris Fajar, S.Ag., M.Pd., Pondok Pesantren DAAR EL JANNAH yang berlokasi strategis di Jalan Gajah Mekar, Desa Gajahmekar, kini memasuki fase percepatan pembangunan. Berbekal legalitas kokoh Nomor Statistik Pesantren (NSP) 510232040572, lembaga ini menargetkan operasional penuh pada Juli 2026. Langkah cepat ini diambil untuk segera menghadirkan solusi pendidikan Islam terpadu dan memanfaatkan momentum tahun ajaran baru bagi masyarakat Bandung Raya.

Andris Fajar menyampaikan, Senin (27/4/2026), “Kami bergerak cepat melihat besarnya kebutuhan akan pendidikan yang mencerdaskan otak dan menyehatkan hati. Kami ingin anak-anak segera mendapatkan tempat belajar yang nyaman, aman, dan islami untuk mencetak generasi berkarakter.”

Fokus pembangunan saat ini dipusatkan pada penyelesaian fasilitas utama yang wajib layak huni sebelum Juli tiba. Prioritas tertinggi diberikan pada pembangunan asrama santri yang aman, ruang kelas representatif untuk jenjang SD dan SMP, serta sarana penunjang lainnya yang memadai dan fungsional.

Konsep pendidikan yang ditawarkan mengintegrasikan sistem full day school dengan kehidupan asrama (mondok). Santri akan menempuh kurikulum nasional pada siang hari, dilanjutkan dengan pendalaman ilmu agama, kajian kitab, dan program tahfidz Al-Qur’an di sore hingga malam hari dalam lingkungan yang kondusif dan terpantau penuh.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat positif, hal ini ditandai dengan sudah tercatat 29 pendaftar untuk jenjang SMP yang siap mengawali perjalanan belajar di lembaga ini. Minat yang tinggi ini menjadi bukti kepercayaan orang tua terhadap konsep pendidikan yang ditawarkan, serta keyakinan bahwa Daar El Jannah mampu memberikan bekal ilmu dan akhlak yang terbaik.

Lokasi strategis di Kutawaringin diharapkan menjadi pusat gravitasi pendidikan baru di Kabupaten Bandung. Percepatan ini juga bermakna tanggung jawab sosial, di mana pembangunan diharapkan menyerap tenaga kerja lokal serta menggerakkan roda ekonomi desa. Kehadiran pesantren ini juga meringankan beban transportasi dan membuka akses luas bagi keluarga sekitar.

Meskipun mengejar target waktu yang ketat, aspek keselamatan struktur dan kualitas bangunan tetap menjadi harga mati. Manajemen menerapkan pengawasan ketat dan kerja bergilir untuk memastikan instalasi listrik, perpipaan, dan konstruksi memenuhi standar keamanan tinggi, sehingga target serah terima dapat tercapai tanpa mengorbankan aspek keselamatan jangka panjang. (Ask/Id)**

Leave a Response