
METRO BANDUNG, bandungpos.id – Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar Wisuda Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Utama Unisba, Jalan Tamansari No. 1, Kota Bandung, pada Sabtu–Minggu (14–15/2/2026). Dalam prosesi tersebut, lebih dari 1.200 lulusan dari jenjang Doktor, Magister, Profesi, hingga Sarjana resmi dikukuhkan.
Prosesi wisuda berlangsung selama dua hari dan dibagi dalam tiga sesi, yakni dua sesi di hari pertama serta satu sesi di hari kedua. Para wisudawan berasal dari berbagai fakultas dan program studi di lingkungan Unisba.
Rektor Unisba, A. Harits Nu’man, dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda merupakan momen penting dalam perjalanan akademik, namun bukanlah akhir dari proses belajar. Ia menyebut wisuda sebagai langkah awal untuk mengimplementasikan ilmu melalui pengabdian nyata kepada masyarakat, bangsa, dan agama.
Menurutnya, lulusan Unisba harus mampu menunjukkan keunggulan akademik yang selaras dengan kecerdasan spiritual, intelektual, sosial, dan fisik. Di tengah derasnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan globalisasi, para alumni dituntut untuk terus belajar, adaptif, serta inovatif agar tetap relevan dan kompetitif.
Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan loyalitas terhadap almamater, serta membangun kemandirian melalui prinsip 3M: mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang.
Seperti pada wisuda sebelumnya, Unisba memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik, tercepat, dan termuda sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik yang diraih.
Dalam kesempatan tersebut, rektor menegaskan bahwa Unisba merupakan kampus yang terbuka dan menjunjung tinggi kesetaraan. Kehadiran wisudawan nonmuslim menjadi bukti bahwa Unisba tidak membedakan latar belakang suku, agama, maupun ras. Keberagaman ini mempertegas jati diri Unisba sebagai perguruan tinggi Islam yang berlandaskan nilai rahmatan lil ‘alamin.
Kesiapan Karier dan Kompetensi Global
Rektor turut menyampaikan bahwa lulusan Unisba memiliki prospek karier yang baik. Sejumlah alumni telah bekerja, berwirausaha, maupun direkrut melalui program magang yang difasilitasi kampus, termasuk peluang magang internasional guna meningkatkan daya saing global.
Unisba juga memberikan ruang yang sama bagi seluruh mahasiswa tanpa paksaan dalam hal keyakinan. Namun seluruh mahasiswa tetap mengikuti norma akademik yang berlaku, termasuk kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) selama tujuh semester serta dua program pesantren, yakni pesantren mahasiswa dan pesantren sarjana.
Apresiasi disampaikan kepada orang tua dan keluarga wisudawan atas kepercayaan yang diberikan kepada Unisba, serta kepada dosen dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi mahasiswa selama masa studi.
Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Miftah Faridl, menyatakan bahwa lahirnya para sarjana menjadi salah satu indikator kemajuan peradaban bangsa. Ia mengajak para lulusan untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, berbakti kepada orang tua, serta menjadikan ilmu sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Lukman, mengingatkan para lulusan agar siap menghadapi persaingan dunia kerja dan dinamika perkembangan teknologi. Ia mendorong alumni Unisba untuk bersikap adaptif, inovatif, serta terus meningkatkan kompetensi diri.
Ia juga menekankan pentingnya menjunjung profesionalisme, integritas, sikap transformatif, kemampuan adaptasi, serta sikap realistis dalam membangun karier dan berkontribusi di tengah masyarakat.(ask)***





