Olahraga

Aklamasi, Epriyanto Kasmuri Kembali Pimpin PERBASI Jabar

194views

 

BANDUNG – Bandung Pos : Layaknya sebuah Musyawarah Daerah (Musda) yang kerap diwarnai intrik dan adu debat serta adu pendapat. Asal tidak melenceng dari koridor organisasi, rasanya hal tersebut sah-sah saja.

Hal itu pula yang mewarnai  Musda PERBASI Jabar yang digelar di Karsaland, Kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (14/2/2026). Sejurus, Ketua PERBASI Jabar terpilih, Epriyanto Kasmuri, mengakui jalannya sidang pleno cukup alot, terutama pada pembahasan tata tertib dan penetapan calon ketua.

“Muncul dinamika cukup alot. Tadi ada sidang pleno satu dan sidang pleno dua. Saya sendiri tidak mengikuti seluruh rangkaian sdang secara detail, namun mencermati bahwa pembahasan tata tertib hingga penetapan calon berlangsung cukup menegangkan,” ujar Efriyanto daria.

Bahkan Situasi sempat memanas ketika sejumlah pengurus cabang (pengcab) dan pengurus kota (pengkot) melakukan walkout. Meski demikian, sidang akhirnya kembali memenuhi kuorum menjelang penutupan.

“Alhamdulillah pada pukul 16.30 sudah memenuhi kuorum 50 plus 1. Dari total 26 pemilik hak suara, sebanyak 15 kabupaten/kota menyatakan dukungan, sehingga melebihi batas minimal 14 suara,” ungkap Efriyanto.

Dalam forum tersebut, Epriyanto ditetapkan sebagai calon tunggal dan terpilih secara aklamasi. Ia menyebut dukungan yang diberikan menjadi amanah besar untuk memimpin organisasi empat tahun ke depan.

“Alhamdulillah saya ditetapkan sebagai calon tunggal dan terpilih secara aklamasi oleh rekan-rekan yang hadir. Dukungan 15 suara sudah melampaui ketentuan 50 plus 1.” ujarnya.

Terkait persyaratan pencalonan, Epriyanto menegaskan seluruh proses telah dilalui sesuai mekanisme. Meski sempat ada dua poin yang diprotes dan akhirnya dianulir, hal itu tidak memengaruhi keabsahan pencalonannya.

“Persyaratan sudah saya penuhi, termasuk administrasi dan pembayaran pendaftaran. Ada dinamika, tapi tidak menjadi kendala berarti,” tutur Efriiyanto.

Ke depan, Epriyanto berkomitmen merangkul seluruh pengcab dan pengkot tanpa membedakan pilihan saat kontestasi. Ia menegaskan akan memperlakukan semua daerah secara setara sebagai bentuk jiwa patriotisme organisasi.

“Saya akan memberikan lisensi wasit gratis untuk dua orang di setiap pengcab dan pengkot, tanpa melihat mereka mendukung atau tidak. Semua 27 kabupaten/kota akan diperlakukan sama,” tegasnya.

Dalam pembentukan kepengurusan, Epriyanto langsung menunjuk dua tim formatur, yakni Henry Yudi dan Dian. Ia menegaskan proses seleksi calon pengurus akan dilakukan secara profesional melalui wawancara satu per satu.

“Saya akan melakukan interview one-on-one. Jadi tidak asal memilih karena mendukung saya, tapi melihat kesesuaian visi dan misi,” jelas Efriyanto.

Epriyanto diberi waktu 14 hari untuk menyusun kepengurusan sebelum diajukan rekomendasi ke KONI dan diterbitkan SK dari DPP. Ia menargetkan pelantikan dilakukan d bulan April, setelah Idulfitri, sekaligus mempersiapkan program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan atlet, dan penguatan kemitraan media.

“Kita akan bekerja sama dengan universitas, rumah sakit, BPJS Ketenagakerjaan, serta memperkuat kemitraan dengan media. Saya ingin organisasi ini terbuka dan profesional,” ucapnya. (den)***

 

 

Leave a Response