Luar NegeriOlahraga

Keputusan Wasit Halal Al-Jadid Anulir Gol Jerman Dikecam

15views

BANDUNG, Bandungpos.id – Keputusan wasit Jalal Al-Jadid menganulir gol kedua Jerman atas Paraguay setelah melihat VAR mendapat kritik tajam dari sejumlah pihak.

Keputusan wasit asal Maroko ini membuat  Jerman gagal masuk 16 besar. Jerman kalah dalam adu penalti dari Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Keputusan memicu gelombang kritik terhadap kepemimpinan wasit Jalal Al-Jadid. Media-media Jerman menilai keputusan menganulir gol Jonathan Tah menjadi momen yang mengubah jalannya pertandingan dan berujung pada tersingkirnya Die Mannschaft.

Gol Tah yang tercipta pada babak perpanjangan waktu awalnya disahkan wasit. Namun, setelah meninjau tayangan VAR, keputusan tersebut dibatalkan karena dianggap terjadi pelanggaran terhadap kiper Paraguay.

Keputusan itu langsung memicu protes dari para pemain, staf pelatih, hingga pendukung Jerman yang sempat merayakan gol tersebut sebagai penentu kemenangan.

Sejumlah media Jerman bahkan menyebut pembatalan gol itu sebagai “pencurian olahraga” dan mempertanyakan penggunaan VAR dalam situasi yang dinilai tidak memenuhi unsur kesalahan yang jelas dan nyata.

Pelatih Jerman Julian Nagelsmann juga melontarkan kritik keras. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai “skandal sejati” dan menilai kiper Paraguay sama sekali tidak terhalang saat proses gol terjadi.

Dalam wawancara lain, Nagelsmann bahkan menyebut keputusan wasit sebagai sebuah “lelucon”, pernyataan yang kemudian menjadi sorotan utama berbagai media di Jerman.

Mantab Wasit Internasiona Sebut Tidak Layak Sebagai Pelanggaran

Kritik turut datang dari mantan wasit internasional Jerman, Thorsten Kinhofer. Ia menilai kontak fisik sebelum gol merupakan hal yang lazim dalam situasi bola mati dan tidak layak dianggap sebagai pelanggaran.

Ahli wasit Patrick Etrich juga mempertanyakan intervensi VAR. Menurutnya, keputusan awal wasit seharusnya tetap dipertahankan karena insiden tersebut bukan termasuk kesalahan yang jelas dan nyata.

Mantan pelatih Liverpool, Jürgen Klopp, ikut menanggapi kontroversi tersebut. Dengan nada sarkastis, ia mengatakan situasi serupa kerap terjadi di Liga Inggris dan tidak selalu berujung pada pembatalan gol.

Di sisi lain, mantan wasit Inggris Mark Clattenburg memiliki pandangan berbeda. Ia menilai pembatalan gol sudah tepat karena menganggap terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang Paraguay.

Majalah Kicker kemudian mengutip mantan wasit Jerman Frank Willenborg yang menyebut keputusan tersebut “salah total”. Ia menilai tayangan ulang tidak menunjukkan adanya pelanggaran yang cukup untuk membatalkan gol dan menegaskan tidak ada aturan khusus yang memberikan perlindungan ekstra kepada kiper di area enam yard.

Meski banyak pihak mengakui performa Jerman sepanjang pertandingan belum maksimal dan tim juga gagal memanfaatkan peluang dalam adu penalti, kontroversi pembatalan gol Jonathan Tah tetap menjadi topik yang paling menyita perhatian publik sepak bola Jerman setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Jorgen Klopp Nilai Keputusan Wasit Terlalu Keras

Mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, menilai keputusan wasit terlalu keras. Arsitek asal Jerman itu bahkan membandingkan situasi tersebut dengan pola gol yang kerap terjadi di Premier League.

“Jika gol seperti itu dianulir, Arsenal tidak akan menjadi juara Inggris. Mereka mencetak 60 persen gol mereka dengan cara seperti itu. Jadi, keputusan itu jelas brutal,” ujar Klopp dinukil Marca yang mengutip Polymarket Sports.

Selain itu, Patrick Ittrich mengkritik keputusan VAR. Analis wasit MagentaTV itu menilai VAR tidak seharusnya ikut campur dalam situasi tersebut.

Bagi Ittrich, insiden antara Anton dan Gill tidak masuk kategori kesalahan yang jelas dan nyata dari wasit. Dia menilai keputusan awal di lapangan seharusnya tetap dihormati.

“Menurut saya, itu bukan kesalahan yang jelas dan nyata dari wasit,” kata Ittrich.

Ittrich juga menilai interpretasi terhadap kontak di kotak penalti itu terlalu berlebihan. Menurutnya, tidak terlihat dorongan atau tarikan yang cukup kuat untuk membatalkan gol.

“Menurut saya, itu terlalu kaku. Saya tidak melihat adanya dorongan atau saling dorong,” ucapnya. (Ads/Berbagai Sumber)

Leave a Response