Olahraga

Lewat ITN Open IX/2026 Divie Menekankan Arti  Penyelenggaraan Profesional

151views

BANDUNG – Bandung Pos : Gymnasum UPi Bandung pada Sabtu siang (14/2/2026) terasa bergetar. Pasalnya dihari yang cerah tersebut kejuaraan taekwondo fenomena kembali digelar, itulah ITN Open IX/2026.

Kejuaraan antar unit se-Jawa Barat ini berlangsung selama dua hari, 14 hingga 15 Februari 2026, dan menjadi agenda yang paling dinantikan insan olahraga beladiri asal Korea tersebut.

Ribuan atlet dari berbagai daerah ambil bagian dalam kejuaraan tahunan ini. Ajang tersebut sekaligus menjadi barometer pembinaan sekaligus panggung unjuk kemampuan bagi atlet-atlet muda potensial Jawa Barat.

Ketua Pengurus Provinsi (pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat, Divie SH, MH mengurai ihwal perjalanan ITN Open. Menurutnya,  usia sembilan tahun penyelenggaraan ITN Open menjadi fase penting dalam pendewasaan organisasi. Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan selama hampir satu dekade harus diikuti dengan peningkatan kualitas tata kelola.

Dia menilai, perjalanan panjang ITN harus diiringi standar penyelenggaraan yang semakin profesional. Pentingnya pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi administrasi, teknis pertandingan, hingga pelayanan kepada peserta. Baginya, kualitas penyelenggaraan mencerminkan citra organisasi di mata publik.

Kejuaraan ITN Open IX tahun ini diikuti perwakilan dari 24 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan antusiasme daerah dalam mendorong prestasi taekwondo.

“Dua puluh empat kota kabupaten ingin menunjukkan prestasi. Dan ITN Open menjad kawah candradimuka untuk membina taekwondoin bertalenta mumpuni,” kata Divie sesaat usai acara pembukaan, Sabtu (14/2/2026).

Lebih lanjut, Divie menegaskan bahwa ITN bukan sekadar ajang rutin tahunan, melainkan bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan. Kompetisi yang sehat, menurutnya, akan mempercepat proses regenerasi atlet.

“Saya harapkan nanti ada bermunculan dari atlet-atlet yang ikut di kejuaraan ITN ini yang bisa muncul menjadi generasi pembinaan untuk Jawa Barat,” tuturnya.

Meski bersifat reguler dan terbuka untuk umum, Divie mengingatkan bahwa orientasi utama tetap pada capaian prestasi. Ia menegaskan, jumlah peserta yang banyak harus diimbangi peningkatan kualitas pertandingan.

“Ke juaraan ini  bersifat  reguler umum, tapi kita selalu menekankan bahwa prestasi itu yang kita butuhkan bukan nya sekadar kuantitas saja, tapi kualitas,” ucap Divie. (den)***

Leave a Response