Olahraga

Pemprov Jabar Matangkan Persiapan Peparda VII/2026

8views

 

Bandung – BANDUNGPOS.ID : Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat, Hery Antasari, menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Peparda VI/2026 yaang akan digelar di Kota Bandung dipenghujung bulan November mendatang. Salah satu tahapan penting yang kini mulai dilakukan adalah pelaksanaan Chief de Mission (CDM) Meeting bersama seluruh kabupaten dan kota peserta.

Menurut Hery Antasari, CDM Meeting menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan menuju pesta olahraga disabilitas tingkat Jawa Barat tersebut. Forum itu akan membahas berbagai aspek teknis dan administrasi agar pelaksanaan Peparda berjalan lancar dan terkoordinasi.

“CDM ini seperti multi event lainnya. Semua kota dan kabupaten, baik tuan rumah maupun peserta, akan hadir untuk menyepakati banyak hal terkait pelaksanaan Peparda,” ujar Hery Antasari pda acara  Chief de Mission (CDM) Meeting di Hotel Papandayan Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung,  Senin (25/5/2026).

Hadir pada kesempatan tersebut Walkota Bandung Muhamad Farhan, beberapa perwakilan Wakil Bupati dan Walikota di Jabar serta Ketua NPCI Jabar Hari Susanto.

Hery Antasari,menjelaskan, sejumlah agenda yang dibahas dalam CDM meliputi keabsahan atlet, klasifikasi pertandingan, jumlah nomor yang dipertandingkan hingga kesiapan teknis penyelenggaraan. Seluruh keputusan nantinya akan menjadi dasar pelaksanaan Peparda yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

“Keabsahan atlet, klasifikasi, jumlah nomor pertandingan dan hal teknis lainnya akan dibahas dan disepakati bersama. Setelah itu nanti akan ada CDM kedua dan rangkaian berikutnya menuju pelaksanaan event,” katanya.

Selain agenda teknis, Pemprov Jawa Barat juga menyiapkan sejumlah kegiatan seremonial untuk menyemarakkan Peparda 2026. Di antaranya peluncuran logo, maskot hingga rencana hitung mundur pelaksanaan sebagai bagian dari promosi dan sosialisasi event olahraga disabilitas tersebut.

“Peluncuran logo dan maskot itu bagian dari seremonial agar perjalanan menuju Peparda lebih teratur dan terasa atmosfernya,” ungkap Hery.

Ia menambahkan, kesuksesan Peparda tidak hanya diukur dari pelaksanaan pertandingan semata, tetapi juga harus dibarengi dengan prestasi atlet dan tertib administrasi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin Peparda menjadi momentum penguatan olahraga disabilitas yang inklusif dan mampu menjangkau seluruh potensi atlet di daerah.

“Sukses penyelenggaraan harus dibarengi sukses prestasi dan sukses administrasi. Yang terpenting, Peparda ini harus inklusif dan mampu menangkap potensi atlet-atlet disabilitas di Jawa Barat,” ujar Hery.

Meski di tengah kondisi efisiensi anggaran yang terjadi di sejumlah daerah, Hery menilai hal tersebut tidak boleh menjadi penghambat pembinaan olahraga disabilitas. Menurutnya, semangat berprestasi harus tetap dijaga oleh seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun organisasi olahraga.

“Kita memang sedang menghadapi dinamika anggaran, tetapi itu bukan alasan untuk tidak berprestasi dan tidak mensukseskan Peparda,” katanya.

Hery juga memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong pemerintah kabupaten dan kota agar memberikan perhatian serius terhadap pembinaan atlet Peparda. Salah satunya melalui evaluasi dokumen APBD setiap daerah yang diajukan ke pemerintah provinsi.

“Nanti akan terlihat mana daerah yang sudah memberi perhatian terhadap Porprov dan Peparda, dan mana yang belum. Itu akan menjadi catatan dalam evaluasi APBD,” ujarnya.

Selain melalui mekanisme evaluasi anggaran, Pemprov Jabar juga akan mengingatkan pemerintah daerah melalui forum koordinasi bersama para sekretaris daerah kabupaten dan kota. Langkah itu dilakukan agar dukungan anggaran terhadap olahraga disabilitas dapat dimaksimalkan pada perubahan APBD tahun berjalan.

“Pak Sekda nanti juga akan mengumpulkan Sekda kabupaten dan kota untuk mengingatkan kembali soal dukungan penganggaran Peparda,” jelas Hery.

Di sisi lain, Hery menegaskan sumber dukungan terhadap olahraga disabilitas tidak hanya berasal dari APBD. Menurutnya, banyak pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan atlet disabilitas, termasuk dukungan hibah yang selama ini masih diberikan pemerintah provinsi kepada NPCI.

“Selama ini mungkin banyak yang menganggap kesuksesan olahraga disabilitas hanya bergantung pada APBD, padahal bukan. Banyak pihak yang peduli dan mendukung, termasuk hibah untuk NPCI yang tetap menjadi perhatian pemerintah provinsi,” urai Hery. (den)***

 

Leave a Response