Bandung Raya

Unisba Dorong Lansia Melek Swamedikasi Aman, Tegaskan Kiprah Apoteker dalam Kehidupan Masyarakat

Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang bermakna antara akademisi dan warga, menghadirkan edukasi langsung mengenai prinsip swamedikasi, potensi bahaya interaksi antarobat, serta batasan aman penggunaan obat bebas.(foto: komhumas unisba)
377views

METRO BANDUNG, bandungpos.id — Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia, terhadap penggunaan obat yang bijak dan mandiri, Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Islam Bandung (Unisba) bersama Apotek Unisba menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi Peningkatan Pengetahuan Swamedikasi yang Aman pada Lansia” pada Sabtu (26/7) di Kelurahan Sukaluyu, Kota Bandung.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang bermakna antara akademisi dan warga, menghadirkan edukasi langsung mengenai prinsip swamedikasi, potensi bahaya interaksi antarobat, serta batasan aman penggunaan obat bebas. Materi disampaikan dengan cara yang komunikatif oleh apt. Andrian Hoerul Anwar, M.S.Farm., selaku ketua tim PkM, yang tak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mengajak peserta berdiskusi secara aktif.

Kehadiran mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker menambah semarak kegiatan. Mereka turut mendampingi peserta dalam sesi pre-test dan post-test, serta memberikan edukasi secara personal. Hasilnya, pemahaman lansia tentang cara mengonsumsi obat secara mandiri meningkat signifikan—menandakan keberhasilan pendekatan edukatif yang digunakan.

Ketua Program Studi, apt. Bertha Rusdi, Ph.D., menekankan bahwa kegiatan semacam ini tak hanya berdampak langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ajang memperkuat citra apoteker sebagai pilar penting dalam layanan kesehatan modern. Menurutnya, apoteker bukan hanya penjaga etalase obat, tetapi juga konsultan kesehatan yang terpercaya.

Keterlibatan Apotek Unisba dalam kegiatan ini turut memperkuat jembatan antara dunia akademik dan praktik lapangan. Apotek menyumbangkan layanan pemeriksaan kesehatan, doorprize menarik, serta informasi langsung terkait pelayanan kefarmasian di sekitar kampus—menjadikan kegiatan ini lebih hidup dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Lewat kegiatan ini, Unisba menunjukkan komitmen jangka panjangnya dalam membentuk apoteker yang tak hanya profesional secara keilmuan, tetapi juga humanis dan peduli terhadap masyarakat. Lebih dari itu, Unisba menegaskan perannya sebagai institusi berbasis nilai-nilai Islam yang siap berkontribusi dalam membangun budaya kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.(askur/png)

Leave a Response