Oleh Ridhazia
SEJUMLAH pensiunan jenderal menyatakan sikap politik. Antara lain mengusulkan ke MPR mengganti Wakil Presiden. Istana cukup kaget. Publik gempar. Spekulasi pun berkembang.
Salah satu spekulasi itu, mungkinkah para purnawirawan tersebut mengalami Post Power Syndrome (PPS)?
PPS adalah suatu gangguan psikologi yang dialami oleh seseorang setelah kehilangan kekuasaan atau jabatan.
Privelege
Dari sejumlah studi psikologi, PPS itu keniscayaan yang bisa terjadi pada seseorang yang sudah lanjut usia.
Terutama tentara yang sebelumnya memiliki hak istimewa (privelege) yakni supremasi pribadi yang tinggi. Pangkat dan jabatan yang prestisius. Juga kedudukan sosial terhormat. Selain dimanjakan fasilitas.
Sulit Menyesuaikan Diri
PPS mulai menghantui diri seseorang diawali ketika ia mengalami kesulitan menerima kenyataan baru.
Perubahan baru yang membuat ia sulit menyesuaikan diri. Alasan itu sering timbul bersamaan dengan bayang pencapaiannya pada masa lalu.
Fobia Perubahan
PPS juga berpeluang terjadi pada siapa saja karena mengalami fobia yakni perasaan cemas dan takut yang intens, bahkan berlebihan terhadap masa yang akan datang.
Terlebih pada mantan tentara terkait posisinya senagai penyintas kekerasan selama dinas militer. Disiplin yang super ketat dengan latihan yang beresiko tinggi hingga pertempuran bersenjata.
Depresi
Penuaan itu keniscayaan alami manusia. Dan, penuaan potensial menyebabkan depresi yang ditandai dengan suasana hati yang diliputi perasaan sedih yang mendalam. Antara lain putus harapan dan tidak berharga lagi. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





