Musik & Budaya

Ngopi Sewarung Edisi Baduy  Makna Simbolis Seba Baduy

Ngopi Sewarung Edisi Baduy  Makna Simbolis Seba Baduy

239views

Ngopi Sewarung Edisi Baduy 

Makna Simbolis Seba Baduy
.

Saat Suten dan Musung serta beberapa pemuda Baduy sedang bergerak melakukan aksi pembekuan di Kampung Cijahe, para tokoh adat tengah bersiap-siap menggelar ritual Seba.

Seperti biasa, sebelum digelar seba parah tokoh adat terlebih dahulu melakukan ritual adat, meminta restu dan bantuan kepada roh leluhur agar lingkungan Baduy tetap terjaga utuh. Bagi mereka, menjaga keutuhan Baduy berarti juga menjaga keutuhan alam Nusantara dan jagat raya.

“Anu ngarusak leuweung urang (yang merusak hutan kita), harus diusir,’ kara Jaro Nalim usai menjalankan ritual do’a bersama.

Seba adalah acara adat yang dilakukan tiap satu tahun sekali. Para sesepuh, tokoh adat dan ratusan warga Baduy berjalan kaki iring-iringan dari Ciboleger menuju Kantor Bupati Lebak di Kota Rangkasbitung, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Pendopo Gubernur Banten, di Kota Serang.Mereka membawa hasil panen alakadarnya untuk diberikan kepada pemerintah sebagai simbol ucapan terima kasih.

Seba sebenarnya sebuah simbol tentang kesetiaan dan pengakuan warga Baduy terhadap pemerintah. Seba bukan untuk menyampaikan upeti kepada penguasa sebagaimana ini sering transaksi, melainkan sebagai bentuk kepedulian warga Baduy kepada saudara muda yang sedang menjalankan tugas memimpin negara agar hubungan antara warga Baduy dan pemerintah tetap terjaga dan terjalin harmonis sepanjang masa.

Dalam ritual Seba, para sesepuh dan tokoh adat Baduy menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah bersedia menjalankan roda pemerintahan.Namun para kokolot adat Baduy berpesan, memberi saran, dan juga berharap agar pemerintah tidak merusak alam. Sebaliknya, pemerintah harus menjaga, melindungi, dan melestarikan alam.

“Kami nyuhunkeun ka pemerintah supados menghentikan segala bentuk kegiatan anu ngarusak alam Baduy (Kami memohon kepada para pejabat pemerintahan supaya menghentikan semua bentuk kegiatan yang merusak alam Baduy),” kata Ayah Mursyid yang dipercaya menjadi juru bicara.

“Pemerintah harus meninjau ulang ijin pengeboran minyak di wilayah Baduy dan Ujung Kulon. Kalau bisa benar-benar dihentikan karena berdampak serius terhadap keutuhan dan keseimbangan ekosistem hutan,” kata Ayah Mursyid.

Pesan luhur dari Seba: hubungan rakyat dan pemerintah harus dijaga harmonis. Orang Baduy yang sering diidentikkan dengan kelompok masyarakat terbelakang dan miskin, ternyata bisa memberi “hadiah” sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada pemerintah atas kerja kerasnya menjalankan roda pemerintahan demi menjaga keharmonisan. Padahal orang Baduy tidak meminta apa pun (yang berbentuk bahan) kepada pemerintah (kecuali mengambil secukupnya yang tersedia di alam). Mereka malah berusaha ingin memberi.

 

Dapatkan sensasi
Tuan Sepuluh

Leave a Response