Oleh Farhan Helmi
PERGURUAN –Tinggi dimanapun berada adalah mitra dalam mengasah gagasan, pengetahuan dan sains, khususnya untuk penyandang disabilitas dan lansia. Karenanya setiap undangan untuk berbagi selalu kami sanggupi.
Presiden DILANS Indonesia, Farhan Helmy, menyampaikan kuliah tamu berjudul “Dignity at the Heart of Transformation: Climate Crisis, Sustainability and Social Inclusion” kepada mahasiswa program Master of Public Policy (MPP) on Climate Change di Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).
Sekitar 40 mahasiswa pascasarjana, baik program Master maupun Doktor, menghadiri kuliah yang menggambarkan keterkaitan mendesak antara krisis iklim, keberlanjutan, dan inklusi sosial—dan bagaimana menempatkan martabat (dignity) sebagai pusat dari transformasi sistem.
Dari batas-batas planet (planetary boundaries) hingga platform data partisipatif, saya memperkenalkan konsep Inclusive District Platform (IDP)—sebuah model tata kelola yang menggabungkan kearifan lokal, data inklusif, dan desain kebijakan untuk memastikan tak ada yang tertinggal.
Farhan juga mengulas kerangka pendekatan kritis dan reflektif dari pembangunan yang adil, etis, dan berpandangan global.
“Bagaimana jika martabat—bukan PDB atau target emisi—yang menjadi ukuran transformasi?” Pertanyaan yang diajukan Farhan mengawali kuliah yang ingin dijawab atas semua kekisruhan pembangunan yang memarginalkan kelompok rentan.
Kami.sangat mengapresiasi undangan dari UIII serta antusiasme para mahasiswa yang penuh refleksi dan visi. Masa depan kepemimpinan iklim sudah ada di ruang kelas dari para mahasiswa yang berasal dari berbagai negara berkembang di kawasan Selatan Bumi.





