
14views
KOTA BANDUNG, Bandungpos–DILANS Indonesia berkesempatan menjadi bagian dalam kegiatan Global Project-Based Learning on Review of Accessibility Facilities for Persons with Disabilities at Tourism Sites in Bandung, Indonesia yang diselenggarakan melalui kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universiti Sains Malaysia (USM), pada 12 Mei 2026 di Bandung.
Dalam kegiatan ini, Presiden DILANSIndonesia DILANS Indonesia, Farhan Helmy , hadir sebagai narasumber dalam sesi kuliah tamu bertajuk Standar Infrastruktur dan Aksesibilitas Pariwisata Inklusif. Diskusi tidak hanya membahas aksesibilitas fisik pada sektor pariwisata, tetapi juga mengangkat keterkaitan antara GEDSI (Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial), krisis iklim, keberlanjutan, tata kelola kota, hingga masa depan pembangunan perkotaan yang inklusif.
Kegiatan ini menjadi momentum penting karena menjadikan Bandung sebagai ruang pembelajaran bersama dan laboratorium kolaboratif antara pelajar, mahasiswa, peneliti, serta komunitas.
Di tengah tantangan dunia yang semakin kompleks, mulai dari krisis iklim, ketimpangan sosial, hingga melemahnya semangat multilateralisme, kolaborasi lintas negara, lintas disiplin, dan lintas komunitas menjadi semakin relevan dan mendesak.
Melalui forum ini, Farhan juga memperkenalkan gagasan Inclusive Nexus, yaitu pendekatan yang melihat isu disabilitas, lansia, kemiskinan, dan ketahanan kota sebagai isu yang saling terhubung dan harus dibangun melalui kolaborasi, partisipasi yang bermakna, serta pertukaran pengetahuan berbasis pengalaman hidup masyarakat. Tidak terjebak pada inisiatif sektoral dan terfragmentasi. (RM/BNN)
add a comment





