Musik & Budaya

Seba: Aksi dan Diplomasi Budaya

Seba: Aksi dan Diplomasi Budaya

363views

Ngopi Sewarung Edisi Baduy Sebuah Novel (30)

 

Seba: Aksi dan Diplomasi Budaya

 

Tugas orang Baduy adalah merawat, melindungi, memelihara, dan menjaga alam. Lalu kenapa orang luar masih saja mengganggu dan merusak tanah ulayat Baduy, mencemari lingkungan perkampungan orang Baduy dengan banyak “sampah.” Sampah plastik, sampah pikiran dan budaya.

Masyarakat Baduy protes, marah. Namun cara mereka menyampaikan amarah dan protes sangat elegan penuh adab.

Seba Baduy adalah bentuk lain dari cara mereka menyampaikan protes dan aspirasi yang mereka sampaikan secara rutin setiap tahun. Sebuah ekspresi sikap politik yang santun dimana diplomasi budaya di dahulukan dan aksi- demonstrasi turun ke jalan perlu tapi harus tertib dan teratur.

Dalam diplomasi budaya, para kokolot dan sesepuh Baduy menyampaikan pesan- pesan moral yang luhur tentang arti dan makna tugas hidup manusia di dunia termasuk juga tugas para elite di pemerintahan. Tugas utama manusia dan pemerintah adalah menjaga kedamaian, harmoni dan keseimbangan alam agar kehidupan dunia tetap menjadi surgawi. Pemerintah boleh saja berkuasa dan mempunyai kekuatan dengan perangkat pemerintahannya, tapi tugas sesungguhnya adalah menjaga dan merawat harmoni kehidupan di dunia.

Sementara aksi “demonstrasi” ribuan orang Baduy turun ke jalan (turun gunung) berjalan kaki beriringan dari Baduy ke Rangkas dan dari Rangkas ke Serang menunjukan simbol yang mengandung pesan bahwa kekuatan alam dan rakyat suatu hari atau kapan pun akan datang, turun menerjang siapapun penguasa (pemerintah) yang tidak mengindahkan pesan- pesan luhur yang telah disampaikan oleh para kokolot dan sesepuh orang Baduy.

Maka, ancaman kerusakan lingkungan hutan yang diakibatkan oleh proyek eksplorasi minyak di Ci Jahe disikapi selain melalui diplomasi budaya (Seba) juga lewat aksi demonstrasi oleh Musung, Suten, Samin, Samani, Herman, Sariih dan anak-anak muda Baduy lainnya. Mereka melakukan aksi berjalan iring-iringan menuju lokasi proyek.

“Ada apa ini?!” Sergah Udin petugas keamanan proyek saat menghadang Musung dkk

“Kami ingin bertemu pimpinan proyek!” ujar Suten.

“Beliau lagi gak ada di tempat. Saya yang bertugas jaga proyek ini. Kalian mau apa?!” Jawab Udin dengan intonasi tinggi.

“Siapa bos kalian..!”tanya Suten, juga dengan intonasi tinggi.

“Urusan naon nanyakeun bos kami. Sia rek naon. Indit sia ti dieu!? (urusan apa bertanya bos kami. Kamu mau apa?! Pergi kalian dari sini?!).” Udin menghardik Suten, Musung, dkk.

“Ya sampaikan ke bos kalian, kami orang Baduy terganggu dengan proyek ini.Kami menolak dan tak akan tinggal diam…!”tegas Musung.

Tiba-tuba segerombolan anak buah Udin memasang wajah tak bersahabat mulai bergerak merapat mendampingi Udin.

Situasi makin tegang, Musung mengajak teman-temannya mundur meninggalkan lokasi, menghindari konflik.

Di tengah perjalanan menuju Cikartawana, Suten berbicara: “Kita atur strategi dulu. Kita jangan mundur. Jangan dulu pulang. !”

 

Get the feeling
Mr. Ten

Leave a Response