
KAB. BANDUNG, Bandungpos.Id – Dalam suasana yang khidmat dan penuh keakraban, KH. Andris Fajar, S.Ag., M.Pd. menyampaikan orasi keilmuan yang sarat makna pada kegiatan pembinaan rohani di Polresta Bandung, yang digelar di Masjid Baitul Muhaimin, Komplek Mapolresta Bandung, Soreang, Kamis (30/4/2026).
Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa salah satu indikator utama kebahagiaan sejati dalam hidup seseorang tercermin dari keberadaan putra-putri yang senantiasa berbakti dan menaruh hormat kepada orang tua. Menurutnya, anak yang saleh bukan sekadar aset kehormatan di dunia fana ini, melainkan juga menjadi “harta karun” yang senantiasa mendoakan dan menjadi penolong di kehidupan akhirat kelak.
Lebih jauh, KH. Andris Fajar mengangkat sosok Wais al-Qarni sebagai ikon keteladanan yang abadi dalam memuliakan ibu. Di tengah keterbatasan yang menyelimuti hidupnya, Wais al-Qarni membuktikan bahwa ketulusan hati mampu melampaui segala batas. Pengabdian totalnya hingga mampu mengantarkan ibunya menunaikan ibadah haji menjadi bukti nyata bahwa cinta dan pengorbanan kepada orang tua adalah jalan paling mulia untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Beliau juga mengingatkan para hadirin tentang hakikat keberkahan hidup yang sering kali disalahartikan. Kemuliaan seseorang, tegasnya, tidak semata-mata diukur dari tumpukan harta atau popularitas semu. Seperti halnya Wais al-Qarni, yang meski namanya tidak selalu bergema di permukaan bumi, namun namanya harum dan termasyhur di sisi langit sebagai wujud pengakuan Ilahi atas ketulusan dan amal salehnya.
Tidak hanya berhenti di sana, materi pengajian juga menyoroti pentingnya fondasi rumah tangga yang kokoh. Kebahagiaan berumah tangga, lanjut beliau, sangat ditentukan oleh kehadiran pasangan hidup yang salehah. Sosok istri yang ideal adalah yang mampu menenangkan pandangan, taat dalam kebaikan, serta setia menjaga kehormatan dan amanah suami, baik di hadapan maupun dalam kepergian. Hal inilah yang menjadi pondasi utama terbentuknya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Di penghujung tausiah, KH. Andris Fajar mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa melakukan introspeksi diri, mempertegas bakti kepada orang tua, serta berkomitmen membangun lingkungan keluarga yang diridhai oleh Allah SWT. Semoga nilai-nilai luhur ini dapat menjadi cahaya panduan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (Ask/Id)***





