Oleh Ridhazia
RAMIRO Fergonzi akan dicatat dalam sejarah Persib Bandung. Meski ia bukan pemain skuad Pangeran Biru.
Pasalnya, pemain berkostum Persik Kediri telah mempertontonkan laga yang paling dramatis ketika berhasil menyamakan kedudukan 3-3.
Posisi ini diperoleh di saat masa injury time menit 96 melawan Persebaya Surabaya Senin (5/5/2025).
Mempercepat
Pemain asal Argentina bernomor punggung 9 ini dianggap telah mempercepat posisi Maung Bandung menjadi pemegang tahta tertinggi Liga 1 2024/2025 setelah sebelumnya gagal mengunci gelar juara musim ini lebih cepat apabila berhasil mengalahkan Malut United FC pada Jumat (2/5/2025) lalu.
Tetapi skuad asuhan Bojan Hodak itu justru kalah 0-1.
Siapakah Ramiro Fergonzi?
Karirnya datar-datar saja. Tapi lumayan panjang. Ia mulai bermain sejak 2008 di sejumlah klub di Argentina dan Peru.
Merumput di Indonesia sejak tahun 2019 sebagai pemain Bhayangkara, kemudian bergabung Persipura (2022) dan Persita (2022-2024) sebelum akhirnya menjadi penyerang di klub Persik Kediri dengan nomor punggung 9.
Berkat Ramiro skuad berjuluk Macan Putih itu bertahan dalam percaturan tahta tertinggi persepakbolaan nasional. Ia menyumbang tujuh gol dan satu asis dari 26 pertandingan musim ini.*
* Ridhazia, pegila bola, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





