Bandung Raya

Program Zero Waste Unisba Jadikan Arcamanik Bandung Pilot Project Pengelolaan Sampah Terpadu

128views

KOTA BANDUNG, PRIPOS.ID – Universitas Islam Bandung (Unisba) menghadirkan Program Zero Waste sebagai solusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Bandung. Dalam program tersebut, Kecamatan Arcamanik ditetapkan sebagai wilayah percontohan (pilot project) di tingkat kota yang diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah terpadu bagi daerah lain di Jawa Barat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Konsolidasi Penanganan Sampah yang berlangsung di Aula Lantai 4 Dispora Jawa Barat, Kompleks Jabar Sport Centre, Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (4/3/2026).

Pada forum strategis ini, Unisba menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang diundang untuk terlibat dalam pembahasan penanganan sampah. Delegasi Unisba dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama (Alkerma) Prof. Dr. Ratna Januarita, S.H., LL.M., M.H., bersama tim LPPM, tim Zero Waste, serta dosen Fakultas Syariah yang turut memperkuat aspek pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi sirkular dalam program tersebut.

Rapat tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Herman Suryatman, M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Camat Arcamanik, empat lurah se-Kecamatan Arcamanik, serta seluruh Ketua RW yang berjumlah 54 RW.

Dalam arahannya, Herman Suryatman menegaskan bahwa berbagai unsur pemerintah dan masyarakat telah menyepakati komitmen bersama untuk menjadikan Arcamanik sebagai kawasan percontohan penyelesaian masalah sampah berbasis kolaborasi.

“Hari ini, alhamdulillah, kita telah memiliki komitmen bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, para tokoh masyarakat, camat, lurah, dan seluruh Ketua RW di Kecamatan Arcamanik. Kita sepakat menjadikan wilayah ini sebagai pilot project dalam penyelesaian masalah sampah,” ujarnya.

Menurut Herman, strategi penanganan sampah tersebut dilakukan melalui dua pendekatan utama yang berjalan secara bersamaan.

Pendekatan pertama adalah rekayasa teknologi. Dalam pendekatan ini, Unisba menghadirkan inovasi Reaktor Plasma Dingin yang telah dipasang di Living Laboratory Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Berbudaya Arcamanik. Teknologi tersebut saat ini tengah diuji coba sebagai solusi pengolahan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Pendekatan kedua adalah rekayasa sosial (social engineering) yang melibatkan masyarakat secara langsung. Pendekatan ini difokuskan pada pengurangan sampah sejak dari sumbernya, khususnya melalui gerakan zero food waste atau pengurangan sampah makanan.

“Kombinasi antara teknologi dan rekayasa sosial masyarakat ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Ke depan, sampah tidak lagi dianggap sebagai masalah, melainkan bisa menjadi berkah dan sumber rezeki,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Ratna Januarita menjelaskan bahwa Program Zero Waste Unisba memiliki tiga pilar utama, yaitu pengembangan teknologi reaktor plasma dingin, pengelolaan sampah organik atau food waste, serta pendekatan social engineering untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Ia menekankan bahwa keberhasilan teknologi pengelolaan sampah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah sederhana. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengutip pesan dai nasional Aa Gym yang menekankan pentingnya memulai perubahan dari diri sendiri.

“Seperti yang pernah disampaikan Aa Gym, kita mulai dari diri sendiri, mulai dari hal-hal kecil, dan mulai dari sekarang juga. Filosofi itu yang bisa kita pegang bersama,” ujarnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Menurutnya, keberadaan fasilitas pengolahan sampah di Arcamanik serta perhatian pemerintah daerah menjadi momentum penting bagi wilayah tersebut untuk menjadi pelopor perubahan.

“Karena lokasinya di Arcamanik dan mendapat perhatian khusus, kami berharap Arcamanik dapat menjadi agen perubahan dan menjadi contoh bagi kecamatan lainnya,” katanya.

Untuk mendukung implementasi program tersebut, Unisba juga berencana menerjunkan sekitar 500 mahasiswa secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan untuk melakukan pendampingan sekaligus pemetaan kondisi di lapangan.

“Insyaallah sekitar 500 mahasiswa akan turun secara bertahap. Mudah-mudahan semangat ini mampu mengubah sampah menjadi berkah bagi masyarakat. Apalagi menjelang Ramadan, semoga ini menjadi bagian dari keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.

Sementara itu, Person in Charge Social Engineering Tim Zero Waste Unisba, Dr. Titik Respati, drg., M.Sc.PH., menjelaskan bahwa tahap awal program akan dimulai dengan needs assessment melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga.

Langkah ini bertujuan untuk memetakan kondisi pengelolaan sampah di masing-masing wilayah RW.

Program tersebut menargetkan perubahan sistem pengelolaan sampah di 54 RW Kecamatan Arcamanik secara bertahap, mulai dari pemetaan, edukasi masyarakat, pelatihan, hingga evaluasi berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Arcamanik diharapkan dapat menjadi model kawasan pengelolaan sampah terpadu yang dapat direplikasi di Kota Bandung maupun wilayah lain di Jawa Barat. (ask)***

Leave a Response