
BANDUNG, BandungPos.id – Guyuran hujan lebat tak menyurutkan semangat pasukan Pramuka PASUPPATI SDN 069 Cipamokolan-Derwati dalam mengikuti Lomba Tingkat II (LT-II) Kwartir Ranting (Kwarran) Rancasari, hinnga akhirnya menorehkan prestasi meraih Juara Umum I.
Tak hanya itu, PASUPPATI juga berhasil menyabet gelar Juara Umum Regu Putra dan Juara Umum Regu Putri. Sebanyak 22 wimpel dan sejumlah piala berhasil dibawa pulang setelah mengikuti perlombaan yang berlangsung selama dua hari, 30-31 Oktober 2026.
Disambut suka cita
Keberhasilan tersebut disambut penuh suka cita oleh keluarga besar SDN 069 Cipamokolan-Derwati. Suasana haru menyelimuti penyambutan kepulangan para peserta, terutama ketika para siswa kembali bertemu guru dan orang tua yang telah memberikan dukungan selama perlombaan.
Kepala SDN 069 Cipamokolan-Derwati, Yayan Taryana, S.Pd., mengaku bangga sekaligus terharu atas pencapaian anak didiknya. Menurut dia, prestasi tersebut bukan sekadar kemenangan dalam perlombaan, melainkan bukti keberhasilan pendidikan karakter yang selama ini dibangun di lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah, puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Perasaan saya tentu sangat bangga, terharu, sekaligus bersyukur. Prestasi ini merupakan berkah sekaligus pembuktian mutu pendidikan karakter di sekolah kita,” ujar Yayan Minggu (1/11/2026).
Ia menilai, perjuangan para peserta selama mengikuti perlombaan memberikan pelajaran berharga tentang arti kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kebersamaan.
Terlebih, para peserta harus menghadapi tantangan cuaca yang tidak bersahabat. Namun, kondisi tersebut tidak membuat mereka kehilangan semangat untuk menyelesaikan setiap mata lomba.
Yayan mengatakan, keberhasilan PASUPPATI tidak terlepas dari dukungan penuh pihak sekolah terhadap kegiatan ekstrakurikuler, khususnya Pramuka sebagai salah satu sarana pembentukan karakter peserta didik.
Sejumlah pembina dan pelatih yang terlibat dalam proses persiapan tersebut di antaranya Kak Mochammad Zakky Alhamdano, S.Pd., Bu Heni, Pak Hamzah, Pak Arick, Bu Eka, dan Bu Yulia.
Sekolah juga membangun komunikasi dengan orang tua murid agar proses pembinaan berjalan selaras antara lingkungan sekolah dan keluarga.
“Yang ingin kami tanamkan bukan sekadar mengejar piala atau piagam, melainkan karakter tangguh, mandiri, saling membantu, dan sportif,” katanya.
Hal senada disampaikan pembina sekaligus pelatih PASUPPATI, Mochammad Zakky Alhamdano, S.Pd. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja keras peserta didik, pembina, sekolah, serta dukungan orang tua.
Zakky mengaku bersyukur dan terharu ketika seluruh perjuangan anak-anak akhirnya berbuah gelar Juara Umum I.
Menurut dia, tantangan terberat selama perlombaan justru datang dari faktor cuaca. Hujan lebat sempat mengguyur lokasi kegiatan, sehingga para peserta harus beradaptasi dengan kondisi lapangan. Namun, situasi tersebut tidak membuat semangat mereka surut.
“Di tengah guyuran hujan, anak-anak tetap disiplin, mandiri, saling membantu menjaga tenda dan perlengkapan, serta menunjukkan sikap sportif yang tinggi. Itu menjadi momen yang sangat mengharukan bagi kami sebagai pembina,” ungkap Zakky.
Ia menegaskan, keberhasilan PASUPPATI bukan semata-mata diukur dari banyaknya piala yang berhasil dibawa pulang.
Kekompakan, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama menjadi modal utama yang mengantarkan kedua regu meraih prestasi.
Pemimpin Regu Putra Megalodon, Ataya Nakhlan Pratama, mengungkapkan bahwa sejumlah mata lomba menjadi tantangan tersendiri bagi timnya, terutama pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), tandu, pembalutan, dan pionering.
Meski demikian, pembagian tugas dan kerja sama antarpersonel membuat mereka mampu memberikan hasil terbaik.
“Senang dan lega sekali. Saat pulang ke sekolah, kami disambut dengan penuh haru oleh guru-guru dan orang tua. Rasanya bangga sekali bisa membuat mereka tersenyum,” kata Ataya.
Semangat serupa ditunjukkan Regu Putri Hibiscus Rosa. Pemimpin regu, Shakyra Hijria Kurniawan, mengatan, saling percaya dan tidak mementingkan diri sendiri menjadi kunci utama dalam membangun kekompakan tim. Setiap anggota mendapatkan tugas sesuai kemampuan masing-masing.
Pengalaman berharga
Bagi Shakyra, hasil tersebut menjadi pengalaman berharga bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga kekuatan tim.
“Kuncinya saling percaya dan jangan egois. Walaupun ada beberapa nomor yang mendapatkan Juara III, kami tetap saling menyemangati,” tuturnya.
Ia juga mengingat pesan pembina yang terus diingat selama perlombaan, terutama ketika hujan mengguyur lokasi kegiatan.
“Kakak pembina selalu bilang kalau Pramuka itu harus tangguh di segala kondisi. Hujan bukan halangan, tetapi ujian kekompakan. Itu yang membuat kami terus tersenyum dan semangat sampai akhir,” ujar Shakyra.
Keberhasilan di tingkat ranting menjadi awal perjalanan berikutnya bagi PASUPPATI. Dengan raihan Juara Umum I, mereka berpeluang melanjutkan perjuangan mewakili Kwarran Rancasari pada Lomba Tingkat III (LT-III) tingkat Kota Bandung..***





