
Karya: Nurul Zakiya
Malam ini aku sendiri disudut ruang yang senyap
Menatap lembaran tanpa aksara
Terjebak dalam ilusi yang tak kasat mata
Seakan aku kembali hidup didalamnya
Aku kembali menyusuri sekeliling isi rumah lima tahun silam
Kursi coklat tempat kumpul keluarga
Ruang makan dan ocehan ringan yang membuat tertawa
Semua tampak sama, tersusun rapi disana
Seketika aku tersadar oleh dunia yang fana
Bahwa yang baru saja aku bayangkan hanyalah kisah lama
Kisah yang hanya mampu kuputar dalam benak kepala
Kisah yang dulu sangat Bahagia
Kini langkahmu tak lagi pulang
Buah tangan sudah tak pernah kau bawakan
Dekapanmu yang hangat tak pernah lagi ku rasakan
Kau hilang, meninggalkan kisah dalam ingatan
Hai, lihat aku…
Mana janjimu yang dulu?
Yang katanya ingin melihatku memakai toga sebagai seorang sarjana
Yang katanya ingin mengajakku mengelilingi indahnya dunia
Lihat aku… kini aku melangkah sendiri
Menapaki jalan panjang tanpa kau temani
Diam dan membisu ditengah riuhnya kota ini
Hilang arah, dan entah kemana lagi aku harus berlari
Maaf tuhan, bukan aku tak menerima ketetapanmu
Aku ikhlas, namun aku hanya rindu
kini, aku titipkan ia di sisi mu
Hingga kelak kau pertemukan aku dengannya di telaga indahmu
*Nurul Zakiya, mahasiswa prodi Ilmu Jurnalistik Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, menyukai karya fiksi puisi dan novel milenial, bermukin di Cibadak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.




