
Karya: Itmamul Amal Muhamad Hadian
Kita pernah tumbuh dari dua nama yang sederhana,
menaruh masa depan di antara doa dan percakapan,
kau pernah menjadi tempat pulang paling tenang,
hingga kepergianmu mengubah rumah menjadi kenangan.
Empat tahun bukan waktu yang sebentar untuk dilupakan,
terlalu banyak mimpi yang sempat kita sematkan,
namun kau pergi membawa alasan yang tak pernah terang,
dan tak lama kemudian, namamu tinggal di pelaminan orang.
Aku pernah hampir selesai bersama luka yang kau titipkan,
kehilangan arah, bahkan asing pada diriku sendiri,
namun dari reruntuhan yang kau kira tak akan bangkit,
aku belajar, ditinggalkan bukan berarti tak berarti.
Kini biarkan langkahku menjawab segala yang kau ragukan,
aku tak lagi mengejar bayangmu di lorong masa lalu,
jika kelak kau melihatku telah sampai pada bahagia,
Ingatlah, aku bukan kehilanganmu, aku hanya kehilangan seseorang
*Itmamul Amal Muhamad Hadian, mahasiswa Prodi Ilmu Jurnalistik Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, menyukai karya puisi bebas dan novel populer milenial, bermukim di Bandung, Jawa Barat.




