
Oleh: Ridhazia
POLITIK itu diserupakan permainan catur. Pengorbanan budak merupakan tujuan yang direncanakan untuk mengamankan kekuasaan yang lebih besar.
Pengorbanan bidak senyatanya sebagai strategi melindungi aktor-aktor di balik layar yang disebut kingmaker.
Dan, manuver “mencari kambing hitam” menjadi keharusan yang paling rasional untuk menyelamatkan kekuasaan.
Krisis Legitimasi
Publik yang kritis menyadari apa yang sesungguhnya terjadi di suatu negeri. Kehadiran “kambing hitam” hanyalah taktik dari skenario pengalihan isu krusial yang menghantui sebuah rezim penguasa.
Publik yang semakin cerdas, terutama yang melek literasi informasi, juga tidak akan mudah terkecoh. Justru semakin kuat dengan dugaan kalau taktik main catur sang aktor pada gilirannya akan menghadapi krisis legitimasi yang jauh lebih besar dari masalah awalnya.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Brat.


