Kolom Sosial Politik

Keangkuhan Sang Presiden

15views

 

Ku: Riidhazia

TINDAKAN  Presiden Donald Trump menelepon Presiden FIFA, Gianni Infantino, bukan saja bentuk intervensi kekuasan politik. Juga bisa dianggap sebagai bentuk keangkuhan kepala negara yang memosisika kekuasaan sebagai segalanya.

Meninggikan Diri Sendiri

Keangkuhan adalah sifat atau sikap meninggikan diri sendiri dengan memandang rendah yang lain. Sifat buruk ini identik dengan kesombongan dan sifat tinggi hati. Ia merasa pikiran dan perasaannya yang paling benar sehingga sulit menerima kritik atau nasihat.

Defensif dan Kegagalan

Keangkuhan sebenarnya sebagai respons pertahanan diri (defensif). Bahkan dianggap sebagai pola kemandirian paling ekstrem (counter-dependency).

Studi psikologi menduga keangkuhan hasil bentukan pengalaman masa lalu yang memaksa ia melindungi egonya. Pilihan itu dipaksakan dengan mengandalkan kekuasaan agar tampak tangguh. Sekaligus perisai bawah sadar untuk memblokir interaksi dan melindungi diri dari kegagalan.

Dengan kata lain, keangkuhan tak lebih sebagai mekanisme pertahanan diri (ego) yang kuat untuk melindungi diri dari rasa bersalah.*

 * Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response