TOKOH

Penyiar Jadi Wali Kota Bandung

493views

 

Oleh RIDHAZIA

Muhammad Farhan yang populer sebagai pembawa acara televisi dan penyiar radio. Di antaranya KLCBS, radio jazz. Selain Hard Rock FM Jakarta dan Delta FM Jakarta.

Ia kini tertambat menjadi Walikota Bandung dan  dilantik hari Kamis, 9 Januari 2025.

Alumni Unpad Bandung ini sebelumnya pernah terpilih menjadi anggota DPR dalam Pemilu 2019 lewat Partai NasDem,

Lelaki kelahiran Bogor, 25 Februari 1970 ini berdarah Sunda. Tapi sang ayah asal Aceh yang merintis karir politik di Jawa Barat. Ia politisi NU yang berpengaruh dan terbuka.

Kata Farhan sendiri disekolahkan di lembaga pendidikan Persis. Di dalam keluarga besarnya, kakak beradik bisa berbeda aliran organisasi keagamaan. Bahkan pilihan politik.

Bandung Ibukota AA

Bandung di bawah kepemimpinan Walikota Farhan digagas bukan hanya “Ibu Kota Periangan” sebagaimana dalam lirik lagu ” Halo-Halo Bandung” ciptaan Ismail Mardjuki.

Tetapi diperluas maknanya menjadi Bandung Ibu Kota Asia Afrika. Sebuah kota internasional dengan semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digagas Bung Karno.

Ngurus Persib

Walikota Bandung terpilih ini juga berharap bisa punya akses “ngurus” Persib yang dulu dalam sepakbola perserikatan menjadi ikon Kota Bandung.

Sampah dan Macet

Tantangan terberat Farhan adalah mengurai kemacetan Kota Bandung yang terkenal sebagai ” kota termacet sedunia”. Sekaligus membenahi parkir liar yang tak pernah selesai oleh walikota lainnya.

Pun, problem sampah yang menumpuk di tepi jalan karena tidak terangkut. Teknologi pengolahan sampah akan menjadi solusi. Tapi juga perluasan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang sejatinya terkoordinasi dengan kabupaten/kota bertetangga. Modern. *

*  Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response