

Puji Syukur kepada Allah swt, telah memperjalankan hambanya dari satu titik perjuangan ke titik perjuangan berikutnya.
Oleh Bachtiar Adnan Kusuma
SEUSAI melintasi panggung pengabdian dari kota Kendari, Puskesmas Sangia Wanbulu ke Puskesmas Wadiabero, hari ini, Senin Tanggal 6 April 2026 adalah awal mula mengabdi di Poliklinik Polres Maros.
Penulis baru sadar rupanya tanggungjawab orang tua tak sekadar usai saat anak-anaknya mandiri, tapi tanggungjawab orang tua akan berhenti saat Kiamat pun tetiba. Inilah wujud sebagai Ayah dan Ibu dari anak-anaknya, mengawal dari buaian hingga ke liang lahat anak-anaknya menuntut ilmu.
Hari ini, kembali mengantar dr. Dea mengejar bintangnya setinggi langit, Terbanglah bersama Mimpimu, Sejak kelas tiga di SDN Inpres 11 Slipi Pagi, Jakarta bercita-cita menjadi dokter. Tujuannya amat mulia, sederhana” Ingin mengobati nenek Haji Baeduri yang acapkali sakit-sakitan” kata Dea yang masih ingusan waktu itu. Kini, Asa dea terwujud sudah, dari Kendari, Buton Tengah ke Polres Maros.** Penulis Penggiat Literasi Nasional, bertempat tinggal di kabupaten Maros





