Metro Bandung

Pelayanan bjbs Jauh dari Kata Profesional, Aplikasi Terganggu Permohonan Maaf pun Tak Ada

36views

BANDUNG, BandungPos.id — ” Jauh dari kata profesional” itulah ungkapan yamg keluar dari salah seorang nasabah bank jabar banten syariah (bjbs) saat dimintai komentarnya terkait adanya gangguan aplikasi yang berlarut, Rabu (20/5/2026).

“Harusnya sebagai bank profesional kan cepat tanggap letika ada kendala yang berkaitan dengan be tuk pelayanan terhadap nasabah. Kalau inatanai lain atau perbankan lain kan paling lama dalam hitungan jam audah kembali on. Ini perlu waktu berhari-hari,” gerutunya.

Diungkapkanya, bentuk kerugian yang dialami nasabah tidak hanya sebatas tidak bisa bertransaksi saja, namun berdampak pula pada aspek lainya. Terutama pada berkurangnya trust (kepercayaan) orang.

“Saya kan ada janji untuk membayar cicilan di tengat waktu yang dijanjikan. Eh pas mau dibayarkan ternyata gangguan  Kalau hanya hitungan jam sih gak masalah ini sampai berhari-hari, kan disangkanya saya ngarang dan inkonsisten,” terangnya.

Tidak profesional

Ia pun melihat bjbs tidak profesional dalam pelayanan namun dari segi etika pun perlu dipertanyakan. Kalaupun terhitung hari ini sudah bisa betransaksi, namun baru sebatas pengambilan langsung di anjungan tunai mandiri (ATM) bjbs saja.

“Alhamsulillah perhari ini sudah bisa transaksi walaupun harus antri dan nyari atm bjbs. ya intinya perlu perjuanganlah,” tutur nasabah lainnya yang juga enggan disebutkan namanya.

Namun yang sangat mengganjal dalam benaknya, hingga saat ini, tidak ada pemberitahuan ataupun permohonan yang disampaikan dari pihak bjbs terhadap nasabahnya yang sudah jelas-jelas dirugikan.

“Kan no kontak nasabah pasti ada, kalau memang profesional harusnya memberikan permohan maaf atas ketidaknyamanan pelayanan dan kenapa alasanya. Sehingga nasabah juga faham jangan adem adem saja seolah gak bersalah,,” sesalnya.

Pafahal di kampus tempatnya bekerja ada sekitar 1200 nasabah, namun tak satu pun yang mendapatkan pemberitahuan. Padahal menurutnya secara kewajiban cicilan pinjaman sudah dipotong langsung pihak bjbs.

“Harusnya kan ada informasi ke kami, jangan hanya kami yang harus memsnuhi kewajiban, sementara pihak bjbs terkesan acuh tak acuh. Mana tanggungjawabnya? pungkasnya.

Terkait hal tersebut hingga saat ini pihak bjbs belum ada keterangan resmi***

Leave a Response